Dua Penerjun Payung Ini Tewas Saat Tabrakan di Ketinggian 1.500 Meter. Begini Ceritanya

Dua orang penerjun payung tewas setelah bertabrakan di udara seusai melompat dari sebuah pesawat terbang di ketinggian 5.000 kaki

Dua Penerjun Payung Ini Tewas Saat Tabrakan di Ketinggian 1.500 Meter. Begini Ceritanya
KOMPAS.COM
Terjun payung 

POS-KUPANG.COM - Dua orang penerjun payung tewas setelah bertabrakan di udara seusai melompat dari sebuah pesawat terbang di ketinggian 5.000 kaki atau sekitar 1.500 meter dari permukaan laut.

Sebuah video yang tersebar di media sosial memperlihatkan kedua penerjun payung itu "beradu kepala" di langit wilayah Tatarstan, Rusia.

Baca: Tingkatkan Kualitas Madu Hutan di Flotim, Pemerintah Perlu Dampingi Petani Madu

Akibat kecepatan tinggi usai melompat dari pesawat tabrakan itu membuat kedua orang tersebut kehilangan kesadaran.

Saat bertabrakan, salah satu penerjun baru saja membuka parasutnya, sementara yang lain sedang bersiap melakukan hal yang sama.
Setelah bertabrakan dan kehilangan kesadaran, kedua pria itu terseret parasut dan jatuh terempas ke tanah.

Satu penerjun tewas seketika sementara yang lain meninggal dunia di rumah sakit beberapa jam kemudian.

Kedua penerjun payung itu teridentifikasi bernama Rushan Sibgatulin (34) dan Oleg Schelkanov (48). Keduanya adalah anggota tim terjun payung di distrik Menzelinsky.

Keduanya adalah atlet berpengalaman yang masing-masing sudah melakukan lebih dari 600 kali terjun payung. Insiden itu kini sedang diselidiki Komite Investigasi Rusia. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help