Penjual Gorden Keliling Ditemukan Tak Bernyawa

ditemukan pula sebuah ransel warna hitam yang berisi buku album bergambar gordin, sebuah dompet, catatan utang penjualan, uang Rp 100ribuserta KTP

Penjual Gorden Keliling Ditemukan Tak Bernyawa
pos kupang.com,ryan nong
Kapolsek Alak Kompol I Gede Sucitra SH menunjukkan korban kepada pihak keluarga di kamar Jenazah RSB Drs Titus Uly pada Jumad (18/5/2018) malam. 

 Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Penemuan mayat kembali terjadi di Kota Kupang. Jasad seorang laki-laki bertubuh gempal ditemukan dalam keadaan terlungkup di halaman wisma sederhana lokalisasi Karang Dempel, RT.10 /RW.04 Kelurahan Alak, Kecamatan Alak Kota Kupang pada Kamis (18/5/2018) sekitar pukul 14.00 Wita.

Saat ditemukan, korban menggunakan kaus warna putih dengan sweater warna abu-abu. Bersama dengan jasad, ditemukan pula sebuah ransel warna hitam yang berisi buku album bergambar gordin, sebuah dompet, catatan utang penjualan, uang Rp 100ribu serta KTP dan SIM milik korban.

Dari data KTP, diketahui korban bernama Ujang Mulyana, usia 50 tahun dan beralamat di RT.021/RW.011 kelurahan Solor Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.

Kapolsek Alak, Kompol I Gede Sucitra SH, kepada Pos Kupang di Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Drs Titus Uly Kupang pada Jumad (18/5/2018) petang menyatakan, menurut pemeriksaan dokter RSB tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang menjurus pada pembunuhan. Namun, belum dapat dipastikan penyebab spesifik kematian korban karena pihak keluarga tidak bersedia korban diautopsi.

Pada saat evakuasi ke RSB Titus Ully Kupang, pihak Polsek Alak menghubungi anak korban melalui sambungan telepon. Aceng, anak korban yang saat ini berdomisili di Garut, Jawa Barat, meminta pihak kepolisian untuk tidak melakukan autopsi. "Anak korban meminta untuk tidak diautopsi, dan menyerahkan prosesi penguburannya kepada kerabat yang berada di Kupang," kata I Gede. Pihak keluarga, lanjut I Gede, menerima peristiwa ini sebagai ajal dari almarhum.

Perwakilan Paguyuban Mangle (Keluarga Jawa Barat di Kota Kupang), Deli Aprian Ramdan (30) yang berada di kamar jenazah, menyampaikan bahwa pihak paguyuban telah berkoordinasi dengan keluarga dan memutuskan untuk menolak proses autopsi.

Pihak paguyuban sebagai keluarga korban di Kupang menerima penyerahan jenazah dari pihak Polsek Alak pada Jumad malam. Jenazah direncanakan akan dimakamkan di Kupang dan tidak dibawa kembali ke kampung halamannya di Garut.

"Keluarga menyerahkan proses penguburannya pada paguyuban untuk dimakamkan di Kupang karena terkendala materi," kata Ramdan yang juga merupakan anggota TNI Korem 161 Kupang ini.

Beberapa anggota Paguyuban Mangle yang hadir di kamar mayat RSB Kupang, menyatakan bahwa korban merupakan rekan mereka yang berprofesi sebagai pedagang kain gorden. Menurut salah seorang kerabat yang tidak mau ditulis namanya, korban beberapa hari lalu baru kembali dari Saumlaki dan sempat singgah di Kefamenanu Kabupaten TTU.

"Kami mengira Kang Ujang sudah kembali me Gatut, ternyata dia ditemukan meninggal."(*)

Baca: Kristina Bataona Curi Uang Rp 15 Juta Lebih

Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help