8.000-an Warga Kayu Putih Terancam Tak Mendapatkan Pelayanan E-KTP. Ini Penyebabnya

Sekitar 8.000 warga yang berdomisili di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, terancam tak mendapatkan pelayanan pemerintah

8.000-an Warga Kayu Putih Terancam Tak Mendapatkan Pelayanan E-KTP. Ini Penyebabnya
POS-KUPANG.COM/Tommy Mbenu Nulangi
Lurah Kayu Putih, Jap Yesua, S.H 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sekitar 8.000 warga yang berdomisili di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, terancam tak mendapatkan pelayanan pemerintah, salah satunya E-KTP.

Ribuan warga tersebut kebanyakan berstatus mahasiswa. Mereka berasal dari lima perguruan tinggi yang ada di Kelurahan Kayu Putih, yakni Stikes CHMK, Universitas Muhammadiyah, Stikom Uyelindo, STIPAS Keuskupan Agung Kupang, dan Univesitas PGRI.

Baca: Jasad Lelaki Ini Ditemukan Anak Kandung di Halaman Rumah. Kondisinya Sangat Menyedihkan

"Banyak sekali warga yang numpang tinggal karena di Kelurahan Kayu Putih ada lima perguruan tinggi. Mahasiswa yang tinggal di sini diperkirakan sekitar 8.000 orang," kata Lurah Kayu Putih, Jap Yesua, S.H kepada POS- KUPANG.COM di ruang kerjanya, Jumat (27/4/2018) pagi.

Jap mengatakan, mereka yang terancam tak mendapatkan pelayanan itu disebabkan karena tidak segera mengurus surat keterangan pindah penduduk.

Baca: Prihatin Jalan Rusak dan Penuh Semak, Satgas Pamtas Pos Foholulik Ajak Masyarakat Lakukan Ini

"Tidak akan kita layani karena kalau kita layani surat keterangan domisili, maka mereka identitasnya dobel," kata Jap.

Meski tak mendapatkan pelayanan dari Kelurahan Kayu Putih, jelas Jap, sekitar 8.000 warga itu tercatat di RT dan RW yang mereka tinggal.

Jap mengharapkan semua mahasiswa yang datang dan menetap di Kelurahan Kayu Putih untuk kuliah agar dapat mengurus surat keterangan pindah penduduk dari daerahnya.

Jap menjelaskan, pengurusan surat keterangan pindah penduduk dilakukan agar mahasiswa tersebut mendapatkan pelayanan dari Kelurahan Kayu Putih.

"Datang di sini untuk kuliah, bukan tinggal satu atau dua bulan saja. Kalau mahasiswa paling cepat tiga setengah tahun. Itu waktu yang lama. Jadi harus segera urus surat pindah supaya dapat pelayanan," kata Jap. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help