PosKupang/

Kepsek SMA Negeri 7 Sebut Persoalan Sudah Selesai

Masalah itu sudah selesai dan hari ini mereka datang menghadap karena mereka ini saya pikir masih baku dendam

Kepsek SMA Negeri 7 Sebut Persoalan Sudah Selesai
pos kupang.com, gordi donofan
Kepsek SMA Negeri 7 Kupang, Vinsen Sasi

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Gordi Donofan

POS KUPANG. COM | KUPANG -- Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Kupang, Vinsensius Sasi, menegaskan masalah viral video siswi SMA Negeri 7 berkelahi sudah diselesaikan oleh pihak sekolah. Persoalan sudah selesai karena siswa-siswi yang ada dalam video tersebut sangat koperatif memberikan penjelasan dan klarifikasi tentang viralnya video perkelahian itu.

"Hari ini mereka sudah datang dan sudah menyampaikan klarifikasi yang jelas kepada kami. Baik kepada saya maupun beri penjelasan kepada guru BK. Mereka menyampaikan permohonan maaf kepada sekolah dan pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini dinas pendidikan NTT. Mereka mengakui persoalan itu dan itu video yang merekam. Tapi memang ada orang yang tidak bertanggungjawab yang mengunggah video. Sementara persoalan mereka berkelahi sudah diselesaikan tahun lalu tepatnya tanggal 28 November 2017," papar Vinsensius, kepada Pos Kupang, Selasa (17/4/2018).

Vinsensius mengaku persoalan tersebut berawal dari upload status di Facebook. Mereka saling berbalas komentar dan akhirnya mereka bertemu disekolah terjadilah perkelahian.

Vinsensius menegaskan persoalan bukan karena berebut pacar tapi karena seorang siswa sebagai ketua keamanan dikelas XII Bahasa menegur teman-temannya dikelas. Ada yang tidak menerima karena ditegur sehingga ada dari mereka mengupload distatus pada Facebook.

Vinsensius meminta siswa-siswi yang masih menyimpan video perkelahian tersebut untuk dihapus dan tidak boleh mengekspos lagi.

"Saya minta untuk hapus semua video tersebut. Karena tidak baik itu, karena sangat merusak. Masalah itu sudah selesai dan hari ini mereka datang menghadap karena mereka ini saya pikir masih baku dendam padahal tidak ada lagi yang baku dendam. Mereka aman-aman saja. Mereka juga tadi sudah tanda-tangan surat pernyataan untuk tidak boleh berbuat hal yang sama, " ungkap Vinsensius.

Vinsensius berpesan kepada siswa-siswi bahwa persoalan sudah selesai.

"Kalian sudah berdamai dan tidak dendam lagi. Sampaikan keorangtua dan tidak boleh lagi berbuat yang mencoreng nama sekolah. Karena memang itu bukan kalian yang posting tapi orang yang tidak bertanggungjawab memposting.

Hari ini ibu Sela dan saya sudah berusaha untuk menyelesaikan. Tolong sms kepada teman-teman dan jangan muat lagi dimedsos. Buang waktu saja untuk urus masalah ini. Saya berterima kasih kepada kalian yang sudah datang," ungkap Vinsensius.

Menurut Vinsensius pihaknya masih menunggu hasil dari pihak kepolisian yang sedang melakukan pencarian terhadap pelaku yang memposting video tersebut.

Untuk persoalan lain sudah ditangani sekolah dengan baik. Para siswa sudah berdamai dan tidak ada dendam karena memang selama ini tidak ada persoalan. Dan juga para siswa yang bersangkutan tidak mengetahui orang yang memposting dan bukan siswanya.

"Saya berharap dengan adanya persoalan ini nama sekolah tidak dibicarakan lagi dengan banyak masalah. Semoga cepat berlalu dan supaya kita tidak lagi urus masalah ini ada yang lebih penting dari pada ini. Tapi sebagai pimpinan saya mengucapkan terima kasih kepada media yang pihak kepolisian yang sudah bersama menyelesaikan persoalan ini dengan sehingga semuannya aman dan tidak ada persoalan lagi, " papar Vinsen. (*).

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry_Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help