Alami Cacat Sejak Lahir, Stefanus Pernah Diikat di Dapur Cegah Aksinya Duduk di Tengah Jalan Raya

namun Stef tetap saja melakukannya. Bahkan keluarga pernah mengikat stef di dapur rumah selama beberapa waktu.

Penulis: omdsmy_novemy_leo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Aksi Stefanus Talan 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM|SOE--Aksi Stefanus Talan (29) warga Desa Siso, Kabupaten TTS, yang sering duduk di tengah ruas jalan Nengara itu sering dilarang keluarganya.

Bahkan Keluarganya pernah mengikat Stef tapi Stef tetap saja melakukan aksinya itu.

Matheos Talan, bapak besar atau om kandung Stef ditemui di kediamannya, beberapa waktu lalu di Desa Siso, mengaku bahwa aksi itu sudah dilakukan Stef bertahun-tahun lalu.

Aksi Stefanus Talan, saat duduk di tengah ruas jalan Negara di Desa Siso, Kecamatan batu Putih, Kabupaten TTS, beberapa waktu lalu.
Aksi Stefanus Talan, saat duduk di tengah ruas jalan Negara di Desa Siso, Kecamatan batu Putih, Kabupaten TTS, beberapa waktu lalu. (POS KUPANG/NOVEMY LEO)

Pihaknya juga sudah berulangkali melarang Stef melakukan hal itu, namun Stef tetap saja melakukannya. Bahkan keluarga pernah mengikat stef di dapur rumah selama beberapa waktu.

Namun saat dapur itu terbakar, Stef kemudian diselamatkan dan keluarga tidak lagi mengikat Stef.

Menurut Mateos, jika dilarang, Stef akan marah bahkan mengamuk, melempari rumah, sehingga keluarga angkat tangan.

Seorang pengguna jalan memberikan uang kepada Stefanus Talan yang duduk di Tengah Ruas Jalan di Desa Siso, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten TTS, beberapa waktu lau.
Seorang pengguna jalan memberikan uang kepada Stefanus Talan yang duduk di Tengah Ruas Jalan di Desa Siso, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten TTS, beberapa waktu lau. (POS KUPANG/NOVEMY LEO)

"Stef cacat sejak lahir, dia tidak bisa bicara, tangannya juga cacat sehingga tidak bisa bekerja kebun. Stef hanya bisa bicara sedikit-sedikit. Kalau duduk dijalan, Stef hanya ngomong "rokok, beras merah, oto (mobil), sirih pinang," kata Mateos.

Matheos mengatakan, beberapa waktu lalu, dari dinas social pernah menemuinya untuk membicarakan soal aksi Stef itu. Lalu dinas social bilang akan menjamin Stef setiap bulan dengan uang sebesar Rp 300.000.

Baca: Komisi V DPRD NTT Sidak ke TPA NTT, Jimmi Sianto Rekomendasi Untuk Tutup

"Namun saya bilang, itu tidak bisa menjamin Stef tidak duduk di jalan lagi. Kalau Pak kasih uang itu, lalu minta saya jamin Stef tidak duduk di jalan lagi, saya tidak bisa. Kalau dia tetap keluar, apa nanti dia akan masuk bui karena sudah dapat jaminan tapi tetap duduk di jalan. Akhirnya dinas sosial pulang," kata Matheos.

Baca: Rayakan Deklarasi, Kerbau ini Yang akan Dipotong Harmoni di SBD, Simak Juga Deretan Posenya

Mathoes mengatakan, dia ikut membantu keperluan Stefanus dan tiga adiknya, tapi Stefanus tetap melakukan pekerjaan yang berbahaya itu tanpa bisa dilarang.

Untuk diketahui, Pria berusia 29 tahun asal Desa Boentuka, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten TTS ini nekat duduk santai di tengah AS ruas jalan Negara di Desa Boentuka.

Baca: Sophia Latjuba Bicara Soal Hubungan Asmaranya, Exit dulu ya, exit Posenya Seksi Bikin Hati Meleh!

Hal ini dilakukan hamper tiap hari dalam waktu yang berbeda. Kadang Stef duduk di tengah ruas jalan yang lurus, namun tak jarang Stef nekat duduk di tengah ruang jalan yang menikung.

Karenanya, sejumlah supir kendaraan sering dibuat terkejut karena melihat Stef duduk di tengah ruas jalan. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved