PosKupang/

Pilgub NTT

Uskup Weetabula Berkati Paket HARMONI, Titip Masalah Kemiskinan

Gereja siap mempromosikan kepada umat terhadap gagasan dan program pemimpin yang berpihak dan punya kepedulian terhadap rakyat miskin.

Uskup Weetabula Berkati Paket HARMONI, Titip Masalah Kemiskinan
pos kupang/gerardus manyela
Paket HARMONI menemui Uskup Weetabula, Mgr. Edmundus Woga, CSsR di Istana Keuskupan Weetabula, Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Selasa (6/2/2018). 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Gerardus Manyela

POS-KUPANG.COM | TAMBOLKA - Bakal calon gubernur dan wakil gubernur NTT, Benny K. Harman - Benny A. Litelnoni menemui Uskup Weetabula, Mgr. Edmundus Woga, CSsR di Istana Keuskupan Weetabula, Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Selasa (6/2/2018).

Pasangan yang populer dengan sebutan Paket HARMONI ini didampingi sejumlah tokoh dan politisi NTT, di antaranya Emanuel Babu Eha, Stef Monekaka, Melkianus Adoe, Thobias Uly, Pius Rengka dan Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi NTT, Ferdinan Leu.

Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang sangat hangat.

Uskup Edmundus menitip masalah kemiskinan kepada Paket HARMONI untuk diperhatikan.

Menurut Uskup Edmundus calon pemimpin NTT harus punya hati terhadap rakyat miskin.

Dikatakan, sebagian besar rakyat Sumba khususnya dan NTT umumnya masih miskin.

Untuk itu, pemimpin harus mampu memperbaiki kehidupan masyarakat agar punya ketenangan dan kebahagiaan hidup.

"Dulu gereja yang selalu memulai, ke depan pemerintah yang harus menjadi terdepan. Gereja siap mempromosikan kepada umat terhadap gagasan dan program pemimpin yang berpihak dan punya kepedulian terhadap rakyat miskin," kata Uskup Edmundus.

Uskup Edmundus mengatakan negeri ini kaya akan potensi tapi belum dikelola secara baik untuk kesejahteraan rakyat.

Dulu misionaris yang selalu perhatian terhadap orang miskin sekarang pemerintah yang harus menberi perhatian.

Uskup Edmundus juga mendoakan dan memberkati kedua figur calon pemimpin NTT agar lapang dan sukses.

"Tuhan selalu menyertai siapa saja yang berkehendak baik untuk mensejahterakan umat manusia."

Benny Harman mengatakan ia dan Benny Litelnoni sudah mengidentifikasi populasi masyarakat miskin NTT 22,7 persen dari total penduduk NTT 5 juta lebih. Kurang lebih 1 juta lebih penduduk NTT masih miskin.

"Ini butuh kerja sama pemerintah dengan gereja untuk mengatasi kemiskinan dan masalah pembangunan lainnya. Pemimpin harus punya hati bagi rakyat. Kami (HARMONI) bertekad mengelola semua potensi yang dimiliki untuk mengatasi masalah kemiskinan dan mendorong agar ada peningkatan kesejahteraan," kata Benny Harman.(*)

Penulis: Gerardus Manyela
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help