Mempersoalkan Kualitas Gedung Sasando

Kantor berbentuk alat musik sasando merupakan ikon Nusa Tenggara Timur dan menjadi kebanggaan Flobamora

Mempersoalkan Kualitas Gedung Sasando
Pos Kupang/Oby Leawnmeru
Plafon kantor Gubernur NTT rusak diterpa angin kencang 

POS KUPANG.COM -- Pada tanggal 9 Januari 2018, masyarakat Kota Kupang yang merupakan representasi dari masyarakat NTT menyaksikan Presiden Joko Widodo meresmikan Kantor Gubernur NTT di Jl. El Tari Kupang.

Kantor berbentuk alat musik sasando merupakan ikon Nusa Tenggara Timur dan menjadi kebanggaan Flobamora. Saban hari selalu ada orang ke sana untuk melihat dan mengabadikannya. Mereka bangga swafoto berlatar belakangan Gedung Sasando.

Bangunan yang secara keseluruhan menelan dana Rp 178 miliar tersebut menggantikan gedung lama yang terbakar beberapa tahun lalu. Pada awal pembangunan gedung ini sempat muncul sikap pro dan kontra di tengah masyarakat. Namun, semua itu berlalu dan sebagian orang berbalik mengaguminya ketika kantor berdiri megah dengan tampilan sasando yang menawan.

Belum genap sebulan sejak diresmikan presiden, kabar buruk justru menimpanya. Hari Minggu (28/1/2018), plafon gedung kantor yang ikonik itu ambruk diterpa angin kencang.

Peristiwa ini sontak mengusik akal sehat kita untuk bertanya mengenai kualitasnya. Bukan tidak mungkin bagian lain gedung itu memiliki tingkat kerentanan yang sama yaitu mudah luruh diterpa angin Timor yang memang terkenal kencang.

Untuk itu, pihak berwenang perlu melakukan audit menyeluruh terhadap kualitas bangunan tersebut. Apalagi pada bagian-bagian yang berpotensi rusak dan jatuh.

Kita bersyukur ambruknya plafon yang diikuti pecahnya beberapa bagian kaca tidak mencederai warga yang sedang berselfie ria di tempat itu.

Namun, bukan tidak mungkin peristiwa yang sama bakal terulang lagi dengan volume yang lebih besar dan lebih berbahaya bagi pegawai Kantor Gubernur atau warga yang datang ke sana untuk suatu keperluan.

Tentu kita tidak mengharapkan ini terjadi, sehingga memeriksa kembali semua bagian pada gedung Sasando tidak boleh dikesampingkan. Sebab mengutamakan keselamatan manusia itu jauh lebih penting. Kita mengapresiasi gerak cepat Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) NTT yang segera memperbaiki kerusakan pada plafon tersebut.

Perbaikan kiranya tidak hanya pada plafon yang rusak dan jatuh, tetapi juga memperkuat kembali plafon yang ada sehingga tidak ada lagi plafon yang ambruk diterjang angin. Kita prihatin dengan rusaknya plafon tersebut mengingat usia
bangunannya masih sangat baru.

Kita harapkan agar pembagunan gedung milik pemerintah harus diawai secara ketat. Karena hanya dengan cara itulah maka bangunan yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan awet.

Kita tidak ingin fisik bangunan yang menghabiskan biaya sangat besar namun berkualitas rendah. Sudah saatnya kita mengikis habis mental kerja asal jadi. Rusaknya plafon kantor gubernur yang menjadi pusat roda pemerintahan NTT hendaknya tidak terulang lagi.*

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help