PosKupang/

Jadi Pertanyaan, Apa Penyebab Badan Usaha di Belu Enggan Hadiri Sosialisasi BPJS Kesehatan

Berbagai pertanyaan bisa menyeruak ke permukaan terkait ketidakhadiran badan usaha saat sosialisasi BPJS Kesehatan

Jadi Pertanyaan, Apa Penyebab Badan Usaha di Belu Enggan Hadiri Sosialisasi BPJS Kesehatan
Pos Kupang/Edy Bau
Sosialisasi BPJS Kesehatan di Belu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Bau

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Badan Usaha (BU) di Kabupaten Belu diduga tak berminat atau tak tertarik mengikuti sosialisasi yang dilakukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Atambua.

Padahal sosialisasi tersebut terkait dengan kepatuhan badan usaha dalam mendaftarkan pegawainya pada BPJS Kesehatan.

Hal ini terlihat dari jumlah kehadiran pemilik badan usaha yang hadir pada saat sosialisasi di Aula Hotel Matahari Atambua, Kamis (7/12/2017).

Dari 230 badan usaha yang beroperasi di Kabupaten Belu, yang hadir saat itu hanya 28 pemilik badan usaha. Sisanya tak keterangan ketidakkehadiran.

Peserta sosialisasi BPJS Kesehatan di Kota Atambua
Peserta sosialisasi BPJS Kesehatan di Kota Atambua (Pos Kupang/Edy Bau)

Sosialisasi yang dibuka oleh perwakilan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu, Chrismiaty Say ini merupakan sosialisasi terpadu antara BPJS Cabang Atambua, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Belu dan Dinas Perijinan.

Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Belu, M.Idar Aries Munandar kepada wartawan di sela-sela sosialisasi mengatakan undangan yang dikeluarkan untuk sosialisasi itu sesuai dengan jumlah BU yang terdaftar namun kehadirannya tidak sesuai.

Meski kehadiran BU yang sangat minim, Munandar mengatakan, respon badan usaha di Belu masih tergolong baik.

Pihaknya akan terus melakukan pendekatan kepada BU agar bisa mendaftarkan karyawan atau pegawainya sebagai peserta BPJS Kesehatan.

"Memang hanya 28 BU yang hadir hari ini. Kita akan terus lakukan pendekatan persuasif," ujarnya.

Dalam penyampaikan materi sosialisasinya, Munandar mengatakan, sesuai aturan setiap badan usaha wajib mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS JKN.

Bagi yang tidak mendaftarkan maka akan diberikan sanksi.
Tentang jumlah BU di Kabupaten Belu, Munandar menjelaskan, yang terdaftar sejak Januari tahun 2014 sampai dengan Bulan November 2017 berjumlah 230 badan usaha dengan jumlahh peserta sebanyak 2.877.

"Sedangkan untuk wilayah jangkauan BPJS Cabang Atambua yakni Belu, TTU, Malaka dan TTS jumlah BU sebanyak 652 dengan julah peserta sebanyak 6.002," jelasnya. (*)

Penulis: Frederikus Riyanto Bau
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help