Hilangnya Gadis Asal Iteng Manggarai Jadi Perhatian Menteri Pemberdayaan Perempuan

Kami sedang berkoordinasi dengan kepala dinas bekerja sama dengan polisi untuk mencari tahu kasus ini, terjadinya di mana

Hilangnya Gadis Asal Iteng Manggarai Jadi Perhatian Menteri Pemberdayaan Perempuan
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembisa saat mengunjungi Labuan Bajo, Rabu (22/11/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Servan Mammilianus

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Informasi tentang hilangnya gadis asal Kompleks Pasar Iteng, Desa Iteng, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Olivia Timu (18), menjadi perhatian serius dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise.

Menteri Yohana yang mengunjungi Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) pada Rabu (22/11/2017) sore, mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mencari tahu keberadaan gadis yang diduga terjebak dalam perdagangan orang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab itu.

Baca: Ratna Masih Shock, Rencana Pernikahannya Tertunda Karena Kematian Sang Ibu

“Kami sedang berkoordinasi dengan kepala dinas bekerja sama dengan polisi untuk mencari tahu kasus ini, terjadinya di mana dan kronologinya harus disampaikan kepada saya. Sedang ditindaklanjuti, saya juga berkoordinasi dengan kepolisian,” kata Yohana saat menghadiri kegiatan bersama para pelajar dan guru-guru di Lapangan SMAK Santu Ignatius Loyola Labuan Bajo, Rabu sore itu.

Saat ditanya tentang human trafficking atau perdagangan manusia di NTT yang diduga melibatkan penegak hukum, dia mengatakan bahwa dugaan keterlibatan penegak hukum itu hanya oknum tertentu. Masih banyak penegak hukum yang profesional dan serius untuk bekerja sama dalam menangani kasus human trafficking.

“Dugaan keterlibatan pihak penegak hukum itu hanya oknum tertentu. Kami sedang lakukan sosialisasi secara masif ke semua tempat dan pelatihan-pelatihan kepada penegak hukum. Sudah sekitar tiga ribuan penegak hukum di seluruh Indonesia yang ikut pelatihan. Kami terus melakukan sosialisasi. Media juga harus bantu untuk mengakhiri perdagangan manusia serta kekerasan kepada perempuan dan anak. Juga ketidakadilan kepada kaum perempuan, termasuk ketidakadilan ekonomi kepada perempuan,” kata Menteri Yohana.

Baca: Astaga! Mengeluh Sakit Perut Setelah Melahirkan, Apa yang Ditemukan Dokter Ini Sungguh Mengejutkan

Dijelaskannya, human trafficking terbesar di Indonesia terjadi di lima provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, NTB dan NTT.

“NTT menjadi perhatian kami, khusus tentang trafficking. Kami berkoordinasi dengan gubernur sebagai Ketua Gugus Tugas, termasuk dengan bupati-bupati di daerah-daerah yang adalah juga Ketua Gugus Tugas di kabupaten/kota, agar bisa mencegah perdagangan orang. Sistemnya sudah dibangun selama ini. Kami banyak melakukan acara sosialisasi termasuk seperti hari ini, kami sosialisasi di mana-mana. Mengumpulkan para orang tua di desa-desa yang dilakukan oleh kepala dinas untuk memberikan pemahaman,” kata Yohana.

Baca: Pengusaha Garam Lirik Lembata, Wabup Thomas: Survei Dulu

Dia meminta kaum perempuan dan para orang tua agar jangan mudah percaya bila ada oknum tertentu yang mengajak bekerja di luar negeri atau di daerah lain dengan iming-iming gaji yang besar.

Menurutnya, dirinya sudah mengunjungi beberapa negara di Asia dan menemukan banyak tenaga kerja termasuk dari NTT. Para tenaga kerja yang sebagian besar perempuan itu, kata dia, mengaku menyesal meninggalkan kampung halamannya karena apa yang dijanjikan ternyata tidak menjadi kenyataan. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved