Penyuluh Pertanian Tak Sebanding dengan Jumlah Desa di Ende

PPL yang ada di Ende sebanyak 150 orang terdiri atas 32 orang tenaga harian lepas (THL) dan 91 PNS serta 27 orang CPNS.

Penyuluh Pertanian Tak Sebanding dengan Jumlah Desa di Ende
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Kasdim 1602 Ende, Mayor Inf Petter G. Untayana dan Kadis Pertanian Ende, Ir Marianus Alexander, menanam padi di Desa Nggesa, Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende, Selasa (23/2/2016).

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE - Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende, Ir. Marianus Alexander mengatakan jumlah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Ende belum ideal.

Saat ini PPL sebanyak 150 orang. Idealnya PPL sesuai dengan jumlah desa dan kelurahan di Ende.

Kabupaten Ende diperkirakan memiliki 200 lebih desa dan kelurahan.

Ditemui di sela-sela pelaksanaan evaluasi penyelenggaraan penyuluhan pertanian di Aula Kantor Bupati Ende, Rabu (15/11/2017), Marianus mengatakan agar lebih optimal, seorang PPL harus menjadi penyuluh di satu desa binaan.

Karena kekurangan tenaga maka saat ini ada PPL terpaksa melayani dua hingga tiga desa binaan.

Dia menyebut PPL yang ada di Ende sebanyak 150 orang terdiri atas 32 orang tenaga harian lepas (THL) dan 91 PNS serta 27 orang CPNS.

Terkait dengan keberadaan seorang PPL maka yang bersangkutan memang idealnya harus tinggal di desa binaan namun dikarenakan dengan kondisi dari masing-masing PPLmaka yang bersangkutan terkadang ada yang tinggal di tempat lain.

"Prinsipnya meskipun tinggal di tempat yang berbeda namun yang bersangkutan harus bertanggungjawab dengan desa binaannya masing-masing karena bagaimanapun maju dan mundurnya pertanian di sebuah desa juga menjadi tanggungjawab dari PPL yang bersangkutan," kata Marianus.

Marianus mengatakan indikator keberhasilan seorang PPL dapat terlihat dari meningkatnya produktivitas agrobisnis komiditas unggulan di wilayah binaanya maupun meningkatnya produktifitas maupun pendapatan dan kesejahteraan dari petani di desa binaan.

"Selain itu adanya perubahan pola pikir juga tindakan dari para petani di desa binaan menuju ke arah yang lebih baik,ujar Marianus.

Marianus juga meminta kepada PPL agar tidak cepat merasa puas dengan ilmu pertanian yang pernah didapatkan di bangku sekolah namun harus terus belajar karena bagaimanapun ilmu pertanian terus berkembang sesuai dengan kondisi jaman.

"Hal yang sederhana adalah jika sebelumnya para petani ketika mengolah sawah menggunakan cara-cara tradisional seperti memenfaatkan tenaga kerbau namun kini para petani telah mulai menggunakan peralatan moderen. Hal seperti itu yang perlu dipelajari," kata Marianus.

Marianus meminta kepada PPL agar juga melakukan terobosan di desa binaan sehingga desa binaannya bisa mengalami kemajuan dalam bidang pertanian.(8)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help