Berita Flores Lembata Alor

Polisi Dinilai Lalai Saat Mengamankan Korban

Pasalnya, kantor polisi sebagai tempat mengamankan masyarakat dalam hal ini korban, justru menimbulkan kematian bagi korban.

Polisi Dinilai Lalai Saat Mengamankan Korban
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Peserta aksi dari PMKRI Kefamenanu saat berorasi di depan Mapolres TTU, Jumat (27/10/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Teny Jenahas

POS KUPANG.COM | KEFAMENANU--Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesai (PMKRI) Cabang Kefamenanu menilai tindakan kepolisian resor TTU lalai saat mengamankan korban,Yaner Afeanpah.

Pasalnya, kantor polisi sebagai tempat mengamankan masyarakat dalam hal ini korban, justru menimbulkan kematian bagi korban.

Seandainya, polisi tidak mengamankan korban saat itu, korban tidak mungkin meninggal dunia.

PMKRI menyampaikan hal itu saat aksi damai di Mapolres TTU, Jumat (27/20/2017).

PMKRI meminta pertanggungjawab dari Kapolres TTU terkait kematian korban.

Kapolres TTU Kabupaten TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto kepada wartawan mengatakan, untuk mengetahui penyebab kematian korban adalah melalui otopsi.

Sampai saat ini hasil otopsi belum diterima Polres TTU. Kapolres juga belum memastikan waktu untuk mendapatkan hasil otopsi.

Kapolres mengharapkan agar kasus kematian Yaner Afeanpah dapat dilihat secara bijak agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi.

Pantuan Pos Kupang, setelah berorasi di depan Mapolres TTU, peserta aksi bergerak persimpangan Terminal Kefamenanu. Mereka berorasi sekitar 25 menit lalu menuju Gedung DPRD. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved