Divonis 2 Tahun Kasus Korupsi Pelepasan Aset, Dahlan Iskan Terima Kasih kepada Majelis Hakim

Terima kasih pada majelis hakim, karena saya dinyatakan tidak memakan uang negara.

Divonis 2 Tahun Kasus Korupsi Pelepasan Aset, Dahlan Iskan Terima Kasih kepada Majelis Hakim
surya
Dahlan Iskan usai divonis dua tahun penjara, Jumat (21/4/2017). 

POS KUPANG. COM - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengucapkan terima kasih kepada Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya setelah divonis dua tahun penjara, Jumat (21/4).

Meski demikian, Dahlan tetap mengajukan banding terhadap putusan tersebut.

"Terima kasih pada majelis hakim, karena saya dinyatakan tidak memakan uang negara. Secara moral saya bertanggung jawab sebagai Dirut PT Panca Wira Usaha Jatim waktu itu dan saya tidak akan lari dari tanggung jawab itu," kata Dahlan.

Dahlan mengakui kesalahannya dan bertanggung jawab. Ia menyebut PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim yang dipimpinnya pada 2000-2010 itu ternyata memiliki aturan berbeda dengan perusahaan pada umumnya.

Versi Dahlan, perusahaan itu berbentuk perseroan terbatas (PT), sehingga ia mengira aturan main dalam Undang-undang PT yang berlaku.

"Itu tidak berlaku. Jadi ini bisa dibuat pelajaran untuk para dirut PT saat ini. Belajar dari sidang ini. Anggaplah ini kebodohan saya karena terlalu emosi untuk mengabdi," terangnya.

Majelis hakim diketuai Taksin menjatuhkan vonis 2 tahun penjara terhadap Dahlan Iskan terkait penjualan aset PT PWU Jatim, sebuah badan usaha milik daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Jatim, tanpa melalui prosedur yang benar.

Dalam putusannya majelis hakim menyatakan faktor yang memberatkan terdakwa yaitu perbuatan itu tidak mendukung program pemerintah.

Sedangkan faktor yang meringankan hukuman yaitu Dahlan bersikap sopan selama persidangan dan belum pernah dihukum.

Dalam Iskan divonis dua tahun penjara
Dalam Iskan divonis dua tahun penjara (Surya)

Persidangan sebelumnya, jaksa penuntut umum mengajukan tuntutan pidana enam tahun penjara, denda Rp 750 juta subsider 6 bulan kurungan, dan membayar uang pengganti kerugian negara Rp 41,1 miliar subsider 3 tahunpenjara.

Halaman
123
Editor: agustinus_sape
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help