Calon Presiden 2014

Victor Laiskodat Masuk Tim Pemenangan Jokowi-JK

Jumlah tim sukses Jokowi-JK mencapai 137 orang, di antaranya Victor B Laiskodat dari NTT.

Victor Laiskodat Masuk Tim Pemenangan Jokowi-JK
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi (kedua dari kanan) mengenakan topi khas NTT, Ti i Langga dan memegang alat musik Sasando yang dihadiahi oleh Pemimpin Umum SKH Pos Kupang, Damyan Godho (kanan) saat mendatangi redaksi Pos Kupang, Senin (28/4/2014) malam bersama Gubenur NTT, Frans Leburaya (kanan). 

POS KUPANG.COM, JAKARTA--Mantan peserta konvensi Capres Partai Demorkat yakni Anies Baswedan resmi bergabung menjadi tim sukses Jokowi-Jusuf Kalla. Jumlah tim sukses Jokowi-JK mencapai 137 orang, di antaranya Victor B Laiskodat dari NTT. Meski memiliki tim super lengkap, Tim Sukses Jokowi-JK tak akan memoles capres-cawapresnya. Tim memilih membiarkan Jokowi-JK tetap polos, apa adanya dan lebih merakyat.
Anies Baswedan dipercaya menjadi juru bicara bersama Hasto Kristiyanto, Abdul Kadir Karding,  Ferry Mursyidan Baldan, Khofiffah Indar Parawansa dan Syarifuddin Sudding. Keputusan tim sukses Jokowi-JK ini dilakukan pada rapat di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, Jumat (23/5/2014).
Pada rapat yang dihadiri Ketua Umum Parpol koalisi pengusung Jokowi-JK yakni PDIP, PKB, Hanura dan Nasdem, secara bulat mengangkat Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo sebagai ketua.
"Secara bulat kami sepakati untuk ketua tim sukses pemenangan Jokowi-JK ini dipimpin oleh saudara Tjahjo Kumolo," ujar Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
Menurut Surya, pengangkatan Tjahjo tersebut diambil setelah berdiskusi dengan para ketua umum partai politik pengusung dan Jokowi-JK. Menurut Surya Paloh, tim tersebut langsung bekerja dan tidak ada pendeklarasian.
Tjahjo menuturkan bahwa Tim Sukses ini nantinya tidak akan memoles Jokowi-JK. "Kami tidak ingin memoles Pak Jokowi dan JK. Itulah Pak Jokowi. Pak Jokowi adalah bagian dari rakyat, perilaku sehari-harinya juga mencerminkan mayoritas masyarakat Indonesia, lebih banyak mendengar dan ingin banyak bersentuhan dengan masyarakat semua lapisan dan ingin bekerja," ujar Tjahjo.
Tjahjo pun mencontohkan gaya blusukan Jokowi yang selama ini dijalankannya. Kata Tjahjo, itu  dalam rangka ingin berdekatan, bersentuhan, mendengarkan aspirasi masyarakat. "Hasilnya dia ingin kerjakan, termasuk JK. Beliau apa yang nanti diserap Pak Jokowi dan JK sebagai wapres dia siap menunggu perintah," kata Tjahjo.
Tjahjo menegaskan tidak menerima pesan khusus dari Jokowi. Menurutnya, semua anggota Tim Sukses akan bekerja sama ditambah Timses masing-masing partai pendukung,  karena waktu tinggal 40 hari lagi. "Intinya tadi kami mendorong Jokowi-JK tidak banyak polesan, apa adanya. Lebih banyak bersentuhan dengan masyarakat," lanjut Tjahjo.
Anies Baswedan
Anies Baswedan mengatakan, pilihan menjadi bagian tim sukses Jokowi-JK adalah pilihan pribadi. Anies mengaku menerima tawaran menjadi Jubir Jokowi-JK lantaran Indonesia butuh suasana baru. "Saat ini yang dibutuhkan negeri ini adalah suasana kebaruan. Wajah baru yang dapat mengubah perpolitikan Indonesia," ungkap Anies Baswedan.
Menurut Anies, setelah 15 tahun lebih reformasi berjalan, Indonesia memerlukan penyegaran.  "Perlu cara pandang baru, semangat baru, pendekatan baru, cara kerja baru, dan bahkan orang baru. Baru memang bukan soal usia, walau memang usia muda sering diasosiasikan dengan baru.  Kepemimpinan di pemerintahan  perlu  kebaruan," jelasnya.
Anies juga menegaskan bahwa pilihannya tersebut juga didasari oleh pemikirannya bahwa unsur yang dibutuhkan saat ini adalah penegakan hukum. "Kita butuh pemimpin yang baru, yang track recordnya baik, dan memiliki visi dalam penegakan hukum ke depan karena elemen tersebut yang paling utama saat ini," tegasnya.
Sementara Dino Pati Djalal mengatakan dirinya tidak akan menjadi tim sukses capres-cawapres manapun. "Saya berada di posisi netral," tegas Dino.

Ryamizard
Terpisah, Jusuf Kalla mendatangi kediaman mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu di Cijantung, Jakarta Timur. JK menyebutkan, Ryamizard bakal menjadi penasihat tim suksesnya.  "Tentu Beliau akan mensukseskan. Kita akan jadikan Beliau sebagai penasehat tim pemenangan," kata JK.
Menanggapi hal ini, Ryamizard mengaku akan menerima tawari tersebut. Dia sadar bantuannya tersebut tak akan terlalu signifikan karena sudah ada tim pemenangan resmi dari Jokowi-JK.
"Saya kan bukan orang partai, nanti orang partai marah. Saya tidak mau ada yang marah-marah. Saya hanya membantulah. Bantu bukan bantu harus ada jabatan. Saya dari dulu tidak menghitung-hitung jabatan," ujarnya. (tribunnews/eri/why)

Editor: Benny Dasman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved