KPU Lembata Tolak Caleg Hanura Versi Sunur
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lembata menolak 25 bakal calon anggota legislatif (caleg) Partai Hati Nurani Rakyat
Penolakan saat Aci Ona, demikian Adriani Sunur disapa, mendaftarkan calegnya di KPU Lembata. Aci Ona adalah Ketua Hanura Lembata bentukan Dewan Pengurus Daerah Hanura NTT di Kupang dengan SK tertanggal 18 April 2013.
Sedangkan 25 orang bakal caleg versi Ketua Hanura Lembata, Aloysius Urbanus Uri Murin telah didaftar di KPU Lembata pada Jumat (19/4/2013). Aci Ona dan para caleg Hanura tidak bereaksi apa-apa ketika KPU Lembata menolak pendaftaran bakal caleg Hanura versi Ketua Hanura Adriani Sunur.
Aci Ona terlihat marah ketika disoroti banyak kamera pada saat mendaftar di buku tamu KPU Lembata. Setelah diinformasikan KPU Lembata bahwa Hanura sudah mendaftarkan calegnya, Aci Ona bersama calegnya pindah dari ruangan pendaftaran.
Kepada wartawan di Kantor KPU Lembata, Adriani Sunur mengatakan, siap mundur kalau kepemimpinannya dalam Partai Hanura Lembata cacat hukum. "Kalau memang cacat hukum, turun, turun. Kami tidak repot. Kami bawa untuk daftar, tinggal jawaban dari atas," tegas Aci Ona.
Aci Ona mengulangi pernyataannya bahwa dirinya legowo kalau kepemimpinannya itu cacat hukum. Tetapi diakuinya, sebagai pengurus baru, mereka tidak sembarang. "Kalau ada cacat hukum, kami legowo. Kami pengurus baru tidak sembarang," tegasnya.
Satu Kali Daftar
Ketua KPU Lembata, Alexius Rehi menegaskan, setiap partai politik hanya boleh mendaftarkan satu kali ke KPU Lembata. "Sekarang adalah masa pencalonan. Sedangkan perbedaan pengurus itu adalah domain partai. Tetapi dalam pencalonan, partai hanya berhak mendaftarkan satu kali," tandas Rehi.
Dikatakannya, Hanura Lembata telah mendaftarkan calegnya tanggal 19 April 2013 lalu. Jadi, tegas Rehi, tidak ada pendaftaran yang kedua kali. Rehi menyatakan, KPU Lembata menghormati dinamika demokrasi dalam partai-partai. Tetapi ada aturan yang memayungi semua. Masa sekarang adalah masa pencalonan.
Ia menjelaskan, saat Hanura pimpinan Alwi Murin mendaftarkan calonnya pada Jumat (19/4/2013), tidak ada komplain dari pihak lain. "Kemarin pada saat Hanura daftarkan calegnya, tidak ada komplain dari pihak lain. Kami baru tadi malam (Minggu, 21/4/2013 malam) dapat SK pengurus baru itu. Surat itu juga tembusan ke Kesbangpol Lembata," ungkap Rehi.
Meski persoalan Hanura bukan domain KPU Lembata, demikian Rehi, tetapi KPU akan melakukan rapat pleno terkait masalah itu. "Secara lembaga kami akan rapat pleno. Keputusan pleno bagaimana, nanti kita akan informasikan," kata Rehi.
Kacaukan Pemilu
Ketua DPC Partai Hanura Lembata, Aloysius Urbanus Uri Murin, yang selama ini aktif mengurus Hanura Lembata mengatakan, hadirnya orang lain yang mengaku pengurus Hanura Lembata sengaja mengacaukan jalannya pemilu di Lembata.
Urbanus menyatakan, tidak ada dualisme kepemimpinan Partai Hanura, mulai dari pusat sampai daerah. Alwi, demikian Aloysius Urbanus Uri Murin disapa, Hanura telah diverifikasi secara resmi oleh KPU Lembata dan tidak ada Hanura yang lain.
Ia menegaskan, DPC Hanura Lembata telah mendaftarkan calegnya pada tanggal 19 April 2013. "Ada 25 caleg Hanura telah didaftarkan tanggal 19 lalu. Kalau ada pihak-pihak yang mengaku Hanura, KPU Lembata harus verifikasi dulu, apakah mereka benar? Saya lihat, ada sekelompok orang di Lembata berniat mengacaukan jalannya pemilu di Lembata," kata Alwi. (kk)