Dandim Belu Prihatin Tragedi Sumur Maut
Komandan Kodim (Dandim) 1605 Belu, Letkol (Inf) Hendri Wijayanto, meskipun baru sehari menjabat sebagai Dandim Belu
POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Komandan Kodim (Dandim) 1605 Belu, Letkol (Inf) Hendri Wijayanto, meskipun baru sehari menjabat sebagai Dandim Belu, mendatang rumah korban sumur maut.
Dandim Hendri bersama beberapa perwira lingkup Kodim 1605 Belu memberikan penghormatan kepada empat sosok mayat yang terbujur kaku di rumah duka. Kodim Belu juga memberikan bantuan sosial kepada keluarga korban.
Dandim Hendri sempat melihat bagian tubuh korban mungkin ada benturan atau penyebab lain kasus ini. Dandim Hendri didampingi Danramil Kakulukmesak, Kapolsek Kakulukmesak, Camat Kakulukmesak, Kades Leosama dan tokoh masyarakat, tokoh adat Desa Leosama menyempatkan diri melihat dari dekat kondisi sumur maut yang menelan empat korban jiwa itu.
"Sebagai bagian dari warga Belu, kami prihatin kejadian yang menimpa keluarga Nikodemus Leto Bau. Kita tidak pernah membayangkan dalam satu hari ada empat orang yang meninggal begitu tragis dalam satu sumur. Terlepas dari kejadian ini, ada sisi mistis yang walaupun di luar kemampuan akal sehat, tapi bisa kita percayai. Bahwa ada tanda-tanda khusus sebelum kejadian tentu ini juga bagian dari kepercayaan masyarakat yang patut diketahui," kata Hendri.
Hendri yang pernah bertugas di Propinsi Timor Timur ketika masih bagian dari Indonesia, ini memberikan dukungan moril pada istri korban bersama seorang anak bungsu untuk melihat kejadian ini sebagai hikmah.
"Ini di luar rencana manusia karena kehidupan manusia ada di tangan sang pencipta. Jajaran Kodim 1605 Belu hanya bisa memberikan dukungan moril dan dukungan doa agar keluarga diberikan ketabahan," ujar Hendri.
Letak kediaman korban dari rumah penduduk lainnya sekitar 500 meter. Rumah korban yang terbuat dari dinding bebak dan daun gewang itu dikelilingi pohon gewang dan kebun warga lainnya. *