PUISI-PUISI AFI JEHALU
Engkau berdiri di tengah derasnya kancah pendidikan mengikuti arus yang berliku untuk kami melangkah. . . Derasnya arus persaingan
Engkau berdiri di tengah
derasnya kancah pendidikan
mengikuti arus yang berliku untuk kami melangkah. . .
Derasnya arus persaingan
Dapat mampu mencetak murid yang
berprestasi dan berkepribadian utuh.
Engkau bagaikan mentari di pagi hari
yang senantiasa menyejukkan hati.
Engkau mampu memberikan secercah cahaya surya yang
selalu di dambakan
dan di rindukan setiap orang.
Xaverian. . .
Teruslah menjadi yang terbaik
Kami bangga menjadi putra-putri Xaverian.
Puisi Untuk Ayah
Ayah....
Dahulu, badan mu terlihat begitu
kokoh, dan kuat layaknya sebuah
pohon yang telah tumbuh bertahun-tahun.
Cinta dan ketulusanmu
tak ada bandingnya dengan apapun.
Kasih dan perhatianmu tak
pernah pudar kepada kami.
Ayah...
Wajahmu kini mulai berkeriput,
badanmu yang dulu kokoh, kuat dan tampak gagah dilihat,
kini mulai rapuh dan membungkuk.
Rambutmu yang dulu hitam,
kini telah memutih.
Namun,
satu yang tak pernah hilang dari dirimu,
kegigihan dan semangatmu, cinta dan ketulusan mu untuk kami.
Ayah...
Engkau adalah motivasi kami,
Engkau adalah Ayah yang selalu bekerja keras, membanting tulang demi menyekolahkan dan menghidupkan kami.
Engkau senantiasa bergulat
dengan ribuan cobaan.
Engkau melindungi kami
dari para serdadu.
Ayah...
Betapa tulus cinta dan kasihmu
Terima kasih untuk semuanya
Kami sayang Ayah. *