Rabu, 10 Juni 2026

Seribu Jejak

Semenjak kota ini hanya sekumpul jejak Yang kau bubuhi senyum setiap sudut Dikala senyummu adalah jurang ternganga

Tayang:
Editor: Alfred Dama
Puisi Arie Putra
(Untuk EM)

Semenjak kota ini hanya sekumpul jejak
Yang kau bubuhi senyum setiap sudut
Dikala senyummu adalah jurang ternganga
Kau hanyalah gadis ranum putih abu-abu
Aku adalah pejantan yang setia memburu
Kerajaan di balik dadamu bertahta

Kota ini begitu sepi kini
Aku hanya mampu berpaling
Pada siluet wajahmu di tetembok kota
Yang menampilkan anyir kusam
Menyimpan rindu-rinduku

Aku mereka setiap jejak
Yang mungkin janjimu terselip
Di bawah dedaunan beringin tua yang setia
Karena kau pernah menawari kesetiaan
Saat jemari hujan menguntit dahan beringin
Kau bilang janjimu mengakar dalam temali angin
Yang kebetulan lewat dan kelabat pada daun

Kota ini ingin mendengar desahanmu
Yang kala itu sepasang pipit mungil
cemburu padamu
Yang kian memagut aku dalam nafsu

Kini kota memenjarakan aku dalam setiap jejak
Aku cemburu pada pipit yang sama
Juga dahan beringin melagu lirih
Melagu tentang seribu jejak angkara.
Scalabrini, 2012

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved