Jumat, 10 April 2026

Dira Tome: Baru Terjadi Kali Ini

Terdamparnya ikan paus di Pantai Liae itu bukan hal baru. Tapi jumlah paus biru yang terdampar dalam jumlah banyak, baru terjadi kali ini.

Dira Tome: Baru Terjadi Kali Ini - ikan_paus.JPG
istimewa
Ikan paus terdampar di Pantai Liae, Sabu Raijua, Senin (1/10/2012). Gambar diambil, Selasa (2/10/2012).
Dira Tome: Baru Terjadi Kali Ini - Ikan_Paus_biru.jpg
istimewa
Ikan paus terdampar di Pantai Liae, Sabu Raijua, Senin (1/10/2012). Gambar diambil, Selasa (2/10/2012).
Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM, KUPANG, PK --- Terdamparnya ikan paus di Pantai Liae itu bukan peristiwa baru. Hampir setiap tahun ada satu dua ekor ikan paus yang terdampar di Sabu Raijua. Tapi jumlah paus biru yang terdampar dalam jumlah banyak, baru terjadi kali ini.

Demikian Bupati Sabu Raijua, Ir. Marthen L Dira Tome, ketika dihubungi Pos Kupang melalui telepon selularnya (ponsel), Selasa (2/10/2012) malam.

Ia mengatakan, saat mamalia laut itu terdampar, warga bersama aparat berusaha mengembalikannya ke lautan lepas. Tapi setelah digiring ke tengah laut, tak lama kemudian ikan itu kembali lagi ke laut dangkal dan terdampar di tepi pantai.

Usaha itu, katanya, dilakukan berulang kali, tapi selalu gagal, karena ikan paus itu selalu kembali ke darat. Daripada dibiarkan mati dan membusuk, lebih baik dipotong untuk dimakan. Masyarakat pun memotong ikan paus itu untuk dikonsumsi.

Tetua adat, lanjut Bupati Dira Tome, sempat menuturkan akan melakukan ritual adat atas peristiwa langka tersebut. Dan, pihaknya mempersilakan. Pasalnya, ada yang memaknai terdamparnya ikan paus sebagai tanda alam yang mungkin bakal terjadi di Sabu Raijua.

Namun, lanjut Bupati Dira Tome, secara rasional terdamparnya ikan paus itu merupakan fenomena alam. Bukan mustahil, arus laut yang kencang sehingga mamalia laut  itu terdampar di tepi pantai itu.

Fenomena alam di Sabu ini, lanjut dia, beda dengan di Alor. Kalau di Alor, pada waktu tertentu banyak ikan mati karena arus laut yang berubah drastis. Tapi di Sabu, tidak. Hanya ikan paus biru yang terdampar.

Sedangkan jenis ikan lainnya tidak terdampar atau mati seperti halnya di Alor. Karena itu ia yakin terdamparnya puluhan ikan paus itu lebih disebabkan oleh arus laut yang kencang.

Ia menuturkan, ikan paus yang terdampar itu panjangnya kurang lebih empat meter sampai lima meter. Bertubuh sedang, sehingga bisa dikategorikan sebagai anak ikan paus.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved