Rabu, 10 Juni 2026

67 Tahun Indonesia Merdeka

Remang-remang Teplok (3)

Tak hanya di Salalejo, Kabupaten Negekeo, dan di Oeleu, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Kemerdekaan RI

Tayang:
Editor: Alfred Dama
POS KUPANG.COM -- Tak hanya di Salalejo, Kabupaten Negekeo, dan di Oeleu, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Kemerdekaan RI yang sudah berlangsung selama 67 tahun juga ternyata belum dinikmati dan dirasakan oleh sebagian warga di desa-desa di Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende.

Ndona Timur merupakan salah satu dari dua kecamatan di Kabupaten Ende yang hingga saat ini belum menikmati jaringan listrik PLN.  Itu sebabnya Camat Ndona Timur, Wellem Nubatonis, saat kegiatan konsultasi publik dan sosialisasi penyusunan studi amdal di Aula Kantor Desa Sokoria, Kamis (9/8/2012), mengatakan, hingga saat ini Kecamatan Ndona Timur belum merdeka.

Pernyataan ini sangat beralasan. Sebab, hingga saat ini warga di wilayah itu masih dikungkung kegelapan di malam hari.

Salah seorang warga Desa Sokoria, Hironimus Somba, yang ditemui di Kantor Desa Sokoria, Kamis siang (9/8/2012), mengatakan, sebagian besar warga masih menggunakan lampu teplok (warga setempat menyebut lampu pelita) untuk penerangan di malam hari. Sebab, wilayah tersebut hingga saat ini belum dilayani jaringan listrik PLN.

Salah satu sebab warga masih menggunakan lampu teplok untuk penerangan malam hari karena keterbatasan ekonomi. "Memang ada yang menggunakan lampu gas atapun genset tapi hanya segelintir orang. Rata-rata warga di sini masih menggunakan lampu teplok," kata Hironimus.

Menurut Hironimus, penggunaan lampu teplok memang terkesan tidak efektif. Selain pemborosan karena menggunakan minyak tanah, dari sisi kesehatan pun tidak baik. Sebab, asap yang dikeluarkan dari lampu teplok bisa mengganggu pernapasan. Meski menyadari dampak negatif dari keberadaan lampu teplok, jelas Hironimus, warga terpaksa terus menggunakan karena memang tidak ada pilihan lain yang dapat dilakukan warga.

"Menggunakan lampu teplok memang tidak efektif, terutama bagi anak-anak yang hendak belajar malam karena cahayanya redup. Kondisi ini bukannya membuat anak-anak bersemangat belajar, malah tertidur saat belajar," katanya.

Hironimus berharap dengan adanya rencana eksploitasi panas bumi Sokoria dapat menjadi solusi bagi warga akan kebutuhan listrik. "Kami  berharap kepada pemerintah maupun investor  untuk segera melakukan kegiatan eksploitasi panas bumi agar penantian panjang warga akan listrik segera terjawab," kata Hironimus.

Pemerintah setempat memang secara perlahan mengatasi persoalan masyarakat dengan memasang listrik sehen di beberapa desa di Kecamatan Ndona Timur. Namun, pemasangan lampu sehen belum bisa menjawab kebutuhan masyarakat akan listrik. Sebab, hasil dari lampu sehen ini belum maksimal karena ketika musim hujan listrik tersebut padam akibat tidak adanya  pasokan tenaga surya atau matahari.

Disaksikan Pos Kupang di Desa Kurulimbu Selatan, Kecamatan Ndona Timur, Sabtu (14/7/2012), umumnya warga di desa tersebut telah memasang listrik sehen. Tapi keberadaan listrik itu pada musim hujan tidak berfungsi karena ketiadaan pasokan tenaga yang berasal dari matahari atau surya.  

"Kalau musim hujan seperti ini listrik yang ada di rumah kami tidak berfungsi. Ini sudah tiga hari," kata salah seorang warga Desa Kurulimbu Selatan, Benediktus Nggesa, kepada Pos Kupang.

Meski demikian, Benediktus mengatakan, dia merasa bersyukur karena PLN telah memasang listrik sehen. Dengan demikian mereka bisa menikmati listrik di malam hari.  Benediktus berharap agar PLN bisa memasang listrik dengan sistem jaringan atau kabel seperti yang ada di kota atau wilayah kecamatan lainnya. Sebab, kalau hanya mengandalkan sehen tidak terlalu maksimal.  

"Listrik sehen hanya sebatas untuk penerangan. Tidak bisa untuk mengoperasikan alat-alat elektronik, bahkan untuk charge HP juga tidak bisa," kata Benediktus. (romualdus pius/bersambung) 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved