Gerimis Sebelum Kupu-kupu
Gerimis yang mengiris mimpi hingga hujan yang menghapus api pada geliat ulat-ulat serupa belai
1.
Gerimis yang mengiris mimpi hingga hujan yang
menghapus api pada geliat ulat-ulat serupa belai
angin bagi daun. Daun yang bertumpuk kelu hingga
dahan yang berkeriput raut pada perut ulat-ulat serupa
kasur bagi tubuh. Tubuh yang menabuh rapuh dan raga yang
mengelus sukma pada kita serupa daun merindu gerimis.
2.
Garis-garis gerimis memburai tanya tiap kaki-kaki
henti bertandang ke ruang juang yang bibir-bibir
lumpurnya girang menadah tetes-tetes darah.
Suluh kepompong-kepompong di lorong mata
mengurai sabda tiap kaki-kaki melarikan mimpi
dari gerimis: badanlah jembatan, di ujunglah tujuan.
3.
Karena gerimis, kaki yang tak lagi kaki
serupa kepompong yang melupakan ulat.
4.
Tanah-tanah itu tak pernah `kan kesepian.
Pagi-pagi kita segera menciumnya dengan
penuh gairah, biar dia tahu bibir kita akan
tunas, mata akan elang, kaki-kaki akan
kupu-kupu.
5.
Entah gerimis, kita yang mencium tanah
serupa kepompong yang mengingat
kupu-kupu.
2012