Rabu, 10 Juni 2026

Halundaka Siap Kembali Jadi Guru

Namun, proses kembali menjadi guru akan dihargai asalkan sesuai mekanisme yang benar.

Tayang:
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Sipri Seko
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Kepala Dinas PPO Kota Kupang, Drs. Maxwell Halundaka, menyatakan, siap kembali menjadi guru jika itu sudah menjadi keputusan pimpinan. Namun, proses kembali menjadi guru akan dihargai asalkan sesuai mekanisme yang benar.

Hal ini disampaikan Halundaka ketika ditemui usai acara penyerahan siswa baru oleh orang tua/wali dan pembukaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran 2012/2013 di SMA Negeri 10 Kota Kupang di Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Senin (23/7/2012).

Menurut Halundaka, dirinya sebagai PNS tentu akan patuh dan tunduk terhadap aturan yang berlaku. "Saya sebagai PNS harus patut terhadap aturan dan soal rencana kembali ke guru, asalkan sesuai dengan mekanisme dan aturan yang benar," kata Halundaka.

Dikatakannya, namanya adalah salah satu pejabat yang ditulis dalam media massa bahwa para guru yang ada di birokrat akan dikembalikan ke sekolah oleh walikota terpilih, Yonas Salean, S.H, M.Si. "Saya siap kembali jadi guru," katanya.

Ia mengatakan, selama dirinya menjabat sebagai Kadis PPO Kota Kupang bahkan sebelumnya, dirinya sudah banyak memberi kontribusi bagi dunia pendidikan. "Saya dulu sudah pernah masuk ke Naioni dan Fatukoa untuk mendukung pembangunan sekolah. Di Naioni kami bangun SD GMIT Naioni dan SD Inpres Fatukoa. Orang anggap lokasi itu tempat buangan tapi bagi saya tidak," jelasnya.

Halundaka juga mengaku bahwa pada tahun 2004 lalu, dirinya turut merintis pembangunan SD Kecil Naioni dan turut membantu pengadaan mebeler di sekolah itu. Sebelumnya diberitakan, Walikota terpilih, Jonas Salean, S.H.M.Si mengatakan, dalam masa kepemimpinannya akan mengembalikan guru ke sekolah. "Saya pikir tidak ada masalah, kita harus lakukan sesuai dengan kompetensi, bukan balas dendam tetapi guru tempatnya memang harus di sekolah," katanya.

Sebagai walikota terpilih, pihaknya sudah melihat semua untuk penempatan pejabat. Untuk menempatkan pejabat di Kota Kupang, katanya, tidak perlu fit and proper tes tetapi dengan melihat pengalaman, latar belakang sebagai pejabat dan memahami bentuk program-program yang dibuat. Program Paket Salam, katanya, adalah program pro rakyat, begitupun anggaran sebagaian besar harus dinikmati oleh rakyat.  Halundaka Siap Kembali Jadi Guru
Asalkan Sesuai Mekanisme

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Kepala Dinas PPO Kota Kupang, Drs. Maxwell Halundaka, menyatakan, siap kembali menjadi guru jika itu sudah menjadi keputusan pimpinan. Namun, proses kembali menjadi guru akan dihargai asalkan sesuai mekanisme yang benar.

Hal ini disampaikan Halundaka ketika ditemui usai acara penyerahan siswa baru oleh orang tua/wali dan pembukaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran 2012/2013 di SMA Negeri 10 Kota Kupang di Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Senin (23/7/2012).

Menurut Halundaka, dirinya sebagai PNS tentu akan patuh dan tunduk terhadap aturan yang berlaku. "Saya sebagai PNS harus patut terhadap aturan dan soal rencana kembali ke guru, asalkan sesuai dengan mekanisme dan aturan yang benar," kata Halundaka.

Dikatakannya, namanya adalah salah satu pejabat yang ditulis dalam media massa bahwa para guru yang ada di birokrat akan dikembalikan ke sekolah oleh walikota terpilih, Yonas Salean, S.H, M.Si. "Saya siap kembali jadi guru," katanya.

Ia mengatakan, selama dirinya menjabat sebagai Kadis PPO Kota Kupang bahkan sebelumnya, dirinya sudah banyak memberi kontribusi bagi dunia pendidikan. "Saya dulu sudah pernah masuk ke Naioni dan Fatukoa untuk mendukung pembangunan sekolah. Di Naioni kami bangun SD GMIT Naioni dan SD Inpres Fatukoa. Orang anggap lokasi itu tempat buangan tapi bagi saya tidak," jelasnya.

Halundaka juga mengaku bahwa pada tahun 2004 lalu, dirinya turut merintis pembangunan SD Kecil Naioni dan turut membantu pengadaan mebeler di sekolah itu. Sebelumnya diberitakan, Walikota terpilih, Jonas Salean, S.H.M.Si mengatakan, dalam masa kepemimpinannya akan mengembalikan guru ke sekolah. "Saya pikir tidak ada masalah, kita harus lakukan sesuai dengan kompetensi, bukan balas dendam tetapi guru tempatnya memang harus di sekolah," katanya.

Sebagai walikota terpilih, pihaknya sudah melihat semua untuk penempatan pejabat. Untuk menempatkan pejabat di Kota Kupang, katanya, tidak perlu fit and proper tes tetapi dengan melihat pengalaman, latar belakang sebagai pejabat dan memahami bentuk program-program yang dibuat. Program Paket Salam, katanya, adalah program pro rakyat, begitupun anggaran sebagaian besar harus dinikmati oleh rakyat. 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved