XFC, Tiga Trik Dasar untuk Pemula
Pos Kupang - Minggu, 15 Juli 2012 | 23:01 WITA
Berita Terkait
POS KUPANG.COM - Pada edisi sebelumnya, pembahasan kita tentang Xboys Freestyle Community (XFC) Kupang lebih pada cikal bakal berdirinya kelompok hobi anak muda ini. Kali ini, Ketua XFC, Boy Ramadani, mengisahkan tentang sensasi bermotor freestyle hingga risiko dan kesiapan finansial untuk perawatan sepeda motor yang digunakan.
Manurut Boy, komunitas ini murni olahraga motor sehingga para anggotanya mau berteman dengan siapa saja. Dan, komunitas siap mendukung setiap anggota yang mau bergabung. Organisasi komunitas ini juga jelas dengan memiliki badan pengurus dan berbagai aturan. Sekretariat komunitas ini beralamat di Jalan Cak Doko No 59 B Kupang (Samping SMAN 1 Kupang)
Tiga Trik Dasar
Bergabung dengan kominitas ini, setiap freestyler harus memiliki tiga trik dasar. Namun, para pemula yang ingin yang berminat gabung akan diajarkan oleh anggota komunitas yang sudah bergabung. "Asal mau dulu, masuk ke sini nanti kita sama- sama belajar. Asal harus punya nyali dulu dan berani mencoba. Kalaupun jatuh itu sudah merupakan bagian dari kegiatan ini dan jangan takut jatuh," jelasnya.
Boy mengatakan, meski olahraga ini tergolong ekstrim, namun XFC tetap terbuka untuk semua penyuka otomotif. Dan, saat bergabung pun tidak menjadi syarat mutlak menguasai berbagai gaya freestyle. Bagi pemula atau orang yang hanya menonton, mengendarai motor sambil bergaya dengan tehnik freesyle memang cukup menegangkan dan mengerikan. Dan, bagi yang ingin memulai harus punya nyali dan siapkan mental untuk mengalami kecelakaan. Boy menyebut tiga teknik dasar dalam freestyle dengan sepeda motor yaitu trik wheelie, stoppie dan burn out.
Trik wheelie merupakan salah satu trik dasar di mana pengendara mengangkat band depan dan terus menjaga kesembangan saat motor melaju. Teknik ini memang sulit, namun bagi pemula sebaiknya memulai dari trick ini. Biasanya, pengendara harus memacu kendaraan dalam kecepatan tertentu dan menggunakan tenaga motor dengan teknik tertentu agar ban depan terangkat dan sebisa mungkin menjaga keseimbangan. Semakin lama atau semakin jauh berjalan dengan posisi ban terangkat, menandakan freestyler sudah menguasai teknik ini.
Trik stoppie merupakan kebalikan dari trik wheelie. Bila wheelie mengangkat ban depan, maka stoppie mengangkat ban belakang. Teknik ini masuk kategori dasar atau untuk pemula. Biasanya teknik ini dilakukan saat sepeda motor berhenti namun freestyler harus bisa menjaga keseimbangan.
Teknik dasar ketiga adalah burn out, yaitu teknik mengeluarkan asap dari pergesekan antara roda dan media jalan atau aspal. Biasanya ini dilakukan dengan mengitari objek, baik itu orang atau motor lainnya. "Semua ini hanya teknik dasar, tapi freestyeler biasa mengimproviasasi sesuai kemampuan masing-masing," jelasnya.
Sensasi
Boy menjelaskan, menekuni aktivitas ini berati siap mengalami hal-hal buruk seperti kerusakan sepeda motor, patah tulang bahkan hal yang lebih buruk dan konsekuensinya adalah perlu biaya untuk perawatan tubuh dan perbaikan motor bila terjadi kecelakaan. Namun keuntungan yang didapat adalah sensasi yang tiada tara serta kebanggaan. "Kita merasa bangga kalau kita bisa, apalagi ini memacu adrenalin. Kepuasan yang kita dapat itu yang luar biasa. Apalagi banyak orang belum tentu bisa," jelasnya.
Boy mengatakan, kegiatan ini telah menyebabkan dirinya beberapa kali kecelakaan bahkan hingga tiga kali patah tulang dan tulang lutut yang bergeser. Namun, hal tersebut tidak bisa menghentikan hobinya itu. Karena sensasi yang didapat lebih menyenangkan dari rasa sakit akibat terjatuh.
* Butuh Sponsor
Sama seperti olahraga lainnya, komintas freestyle motor ini juga membutuhkan biaya dalam setiap kegiatan. Apalagi ini merupakan kegiatan anak muda dalam olahraga bermotor yang secara nasional sudah diakui. Selama ini, komunitas ini terpaksa mengeluarkan biaya sendiri, padahal ini merupakan kegiatan yang positif bagi anak muda. "Kita membutuhkan sponsor, dan perhatian juga dari Ikatan Motor, karena ini juga bagian dari olahraga," jelas Boy.
Ia mengatakan banyak remaja di Kota Kupang yang menyukai freestyle, namun informasi tentang komunitas ini masih minim. Dengan adanya sponsor maka, berbagai kegiatan bisa dilaksanakan komunitas ini dan bisa menarik perhatian remaja Kota Kupang untuk bergabung. "Saya rasa banyak yang suka juga, hanya mungkin belum tahu saja. Kita perlu sponsor supaya anak muda bisa bergabung ke sini," jelasnya. (alfred dama)
Manurut Boy, komunitas ini murni olahraga motor sehingga para anggotanya mau berteman dengan siapa saja. Dan, komunitas siap mendukung setiap anggota yang mau bergabung. Organisasi komunitas ini juga jelas dengan memiliki badan pengurus dan berbagai aturan. Sekretariat komunitas ini beralamat di Jalan Cak Doko No 59 B Kupang (Samping SMAN 1 Kupang)
Tiga Trik Dasar
Bergabung dengan kominitas ini, setiap freestyler harus memiliki tiga trik dasar. Namun, para pemula yang ingin yang berminat gabung akan diajarkan oleh anggota komunitas yang sudah bergabung. "Asal mau dulu, masuk ke sini nanti kita sama- sama belajar. Asal harus punya nyali dulu dan berani mencoba. Kalaupun jatuh itu sudah merupakan bagian dari kegiatan ini dan jangan takut jatuh," jelasnya.
Boy mengatakan, meski olahraga ini tergolong ekstrim, namun XFC tetap terbuka untuk semua penyuka otomotif. Dan, saat bergabung pun tidak menjadi syarat mutlak menguasai berbagai gaya freestyle. Bagi pemula atau orang yang hanya menonton, mengendarai motor sambil bergaya dengan tehnik freesyle memang cukup menegangkan dan mengerikan. Dan, bagi yang ingin memulai harus punya nyali dan siapkan mental untuk mengalami kecelakaan. Boy menyebut tiga teknik dasar dalam freestyle dengan sepeda motor yaitu trik wheelie, stoppie dan burn out.
Trik wheelie merupakan salah satu trik dasar di mana pengendara mengangkat band depan dan terus menjaga kesembangan saat motor melaju. Teknik ini memang sulit, namun bagi pemula sebaiknya memulai dari trick ini. Biasanya, pengendara harus memacu kendaraan dalam kecepatan tertentu dan menggunakan tenaga motor dengan teknik tertentu agar ban depan terangkat dan sebisa mungkin menjaga keseimbangan. Semakin lama atau semakin jauh berjalan dengan posisi ban terangkat, menandakan freestyler sudah menguasai teknik ini.
Trik stoppie merupakan kebalikan dari trik wheelie. Bila wheelie mengangkat ban depan, maka stoppie mengangkat ban belakang. Teknik ini masuk kategori dasar atau untuk pemula. Biasanya teknik ini dilakukan saat sepeda motor berhenti namun freestyler harus bisa menjaga keseimbangan.
Teknik dasar ketiga adalah burn out, yaitu teknik mengeluarkan asap dari pergesekan antara roda dan media jalan atau aspal. Biasanya ini dilakukan dengan mengitari objek, baik itu orang atau motor lainnya. "Semua ini hanya teknik dasar, tapi freestyeler biasa mengimproviasasi sesuai kemampuan masing-masing," jelasnya.
Sensasi
Boy menjelaskan, menekuni aktivitas ini berati siap mengalami hal-hal buruk seperti kerusakan sepeda motor, patah tulang bahkan hal yang lebih buruk dan konsekuensinya adalah perlu biaya untuk perawatan tubuh dan perbaikan motor bila terjadi kecelakaan. Namun keuntungan yang didapat adalah sensasi yang tiada tara serta kebanggaan. "Kita merasa bangga kalau kita bisa, apalagi ini memacu adrenalin. Kepuasan yang kita dapat itu yang luar biasa. Apalagi banyak orang belum tentu bisa," jelasnya.
Boy mengatakan, kegiatan ini telah menyebabkan dirinya beberapa kali kecelakaan bahkan hingga tiga kali patah tulang dan tulang lutut yang bergeser. Namun, hal tersebut tidak bisa menghentikan hobinya itu. Karena sensasi yang didapat lebih menyenangkan dari rasa sakit akibat terjatuh.
* Butuh Sponsor
Sama seperti olahraga lainnya, komintas freestyle motor ini juga membutuhkan biaya dalam setiap kegiatan. Apalagi ini merupakan kegiatan anak muda dalam olahraga bermotor yang secara nasional sudah diakui. Selama ini, komunitas ini terpaksa mengeluarkan biaya sendiri, padahal ini merupakan kegiatan yang positif bagi anak muda. "Kita membutuhkan sponsor, dan perhatian juga dari Ikatan Motor, karena ini juga bagian dari olahraga," jelas Boy.
Ia mengatakan banyak remaja di Kota Kupang yang menyukai freestyle, namun informasi tentang komunitas ini masih minim. Dengan adanya sponsor maka, berbagai kegiatan bisa dilaksanakan komunitas ini dan bisa menarik perhatian remaja Kota Kupang untuk bergabung. "Saya rasa banyak yang suka juga, hanya mungkin belum tahu saja. Kita perlu sponsor supaya anak muda bisa bergabung ke sini," jelasnya. (alfred dama)
Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang



