Jumat, 12 Juni 2026

Di Pintu-Mu Aku Mengetuk

APA yang telah terjadi denganmu Nona Mia? Mengapa menangis? Padahal kita baru saja merayakan Hari Kartini 21 April.

Tayang:
Editor: Alfred Dama

Parodi Situasi Oleh Maria Mathildis Banda
            
APA
yang telah terjadi denganmu Nona Mia? Mengapa menangis? Padahal kita baru saja merayakan Hari Kartini 21 April. Bukankah engkau terpilih sebagai salah satu Kartini 2012? Suaramu yang merdu ketika menyanyikan,

"Kulihat ibu Kartini-sedang bersusah hati-air matanya berlinang-mas intan yang kau kenang. Hutan gunung sawah lautan-simpanan kekayaan. Kini ibu sedang lara, merintih dan berdoa," masih saja terngiang-ngiang dalam hatiku.

Pada hal kita juga baru merayakan hari Chairil Anwar 28 April kemarin. Puisinya yang engkau bacakan di puncak acara sungguh menggugah.

"Tuhanku, aku hilang bentuk-remuk. Tuhanku, di pintu-Mu aku mengetuk - aku tidak bisa berpaling." Pada hal kita pun akan merayakan hari pendidikan nasional, 2 Mei nanti. Mengapa menangis Nona Mia.

"Wah, buat apa kita pikir Nona Mia. Bukankah Kartini 2012 itu kadang-kadang sangat sensitif hanya karena soal-soal kecil. Mendingan kita pikir UN, dan tinggalkan Nona Mia. Biar saja dia menangis."
                                         ***
Betul! Kita pikir UN saja. Konon, Kemendiknas mengklaim tidak ada bukti kecurangan atau soal bocor yang dilaporkan masyarakat dalam Ujian Nasional SLTA dan SLTP yang baru  lewat. Namun begitu, konon juga Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Budaya menyebut setidaknya ada lima kasus menonjol soal ujian nasional yang ditemukan, tetapi setelah diteliti lima-limanya tidak benar. Konon begitulah ceritanya.  

Kasus pertama, terjadi di SMP 1 Lebong Selatan, Bengkulu. Di sana, ada guru yang ambil soal dan beri jawabannya kepada siswa. Kepala sekolahnya membantah.

"Kepala Sekolah membuat pernyataan bahwa laporan itu tidak benar" kata Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Budaya.  Pernyataan itu disaksikan oleh dinas pendidikan, kepolisian, dan pengawas.  Laporan dianggap tidak terbukti, penyelidikan dinyatakan selesai. Kedua, kasus Depok. Kementerian mendapat laporan bahwa di SMP 13 Depok ada siswa berinisial AM membeli kunci jawaban seharga Rp 400 ribu. Kementerian menindaklanjuti laporan tersebut dengan mendatangi sekolah. Konon, setelah diperiksa ternyata tidak ada siswa bernama AM. Ketiga, kasus jual beli soal di Karimun, Kepulauan Riau. Konon polisi menangkap utusan sekolah yang hendak membeli soal. Setelah diselidiki ternyata tidak benar juga.

                                                ***
"Bagaimana dengan kasus keempat dan kelima?" tanya Rara.


"Untuk apa tanya, bukankah tiga kasus tidak terbukti, dua kasus apalagi," jawab Jaki.
"Itu informasi di tanah orang, jauh di Bengkulu, Depok, dan Karimun Riau. Bagaimana dengan UN di kampung-kampung kita di sekitar NTT tercinta ini?" tanya Rara.

 "Kabarnya sih, tidak ada kasus. Semuanya dijamin bersih. Konon, tidak ada yang namanya katrol nilai, tidak ada soal bocor, tidak ada nyontek, tidak ada jawaban soal bocor, tidak ada guru mencuri kunci jawaban dan bantu muridnya, tidak ada yang namanya curang-curangan. Semua guru, semua kepala sekolah, dan segenap jajaran dinas terkait yang berurusan dengan UN jujur bersih. Pokoknya NTT bersih bin bersih."

"Hebat ya," sambung Rara.

"Hebat dong!"

"Pada hal untuk UN SLTP kata jubirnya Kemendikbud Ibnu Hamad konon,  ada 509 laporan   masuk dalam sepekan terakhir tentang pengaduan kecurangan, peredaran kunci jawaban dan kebocoran soal. Dari 509 laporan 292 di antaranya adalah aduan, 77 permintaan informasi, dan 140 sisanya adalah saran serta kritik. NTT konon tidak masuk di dalamnya ya?"

"Mudah-mudahan kejujuran kita berlanjut dengan bebas juru kunci dari tahun ke tahun. Mudah-mudahan tahun ini UN di NTT tidak berada pada kelompok juara dari belakang ya."  

"Konon, khabarnya sih dijamin bebas juru kunci. Barangkali Nona Mia dan Benza lebih tahu soal itu ya. Oh ya, barangkali tangisan Nona Mia ada kaitannya dengan UN."  
                                       ***
"Jadi Nona Mia benar-benar menangis? Kenapa? Soal UN yang mana? Bertubi-tubi pertanyaan Jaki Rara kepada Benza. Jadi Nona Mia tidak mau diganggu? Pantas saja, semalam dia baca puisi Doa-nya Chairil Anwar dengan penuh penghayatan. Soal apa Benza?"

"Soal Aceh!" jawab Benza. "Nona Mia kecewa berat dengan pengurus Sekolah Menengah Atas Sukma Bangsa, Caleu, Pidie, Banda Aceh yang pecat 11 siswa dari 62 peserta UN yang konon kepergok menyontek saat ujian di SMA Sukma Bangsa.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved