Tentang Kritikan Program DeMAM
Lebu Raya: Dia Mengingkari Kenyataan
Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, mengatakan, pihak-pihak yang tidak mengerti program DeMAM berarti mengingkari kenyataan bantuan pemerintah.
Penulis: alwy | Editor: Sipri Seko
"Kalau ada yang tidak mengerti, dia mengingkari kenyataan bahwa pemerintah propinsi memberikan dana sebesar Rp 250 juta kepada setiap desa di satu kecamatan. Mudah-mudahan di desa bapak-ibu sekalian ada juga desa mandiri anggur merah. Mudah-mudahan ya," tegas Gubernur Frans saat membuka sosialisasi kebijakan terkait penanaman modal di Hotel Sylvia-Kupang, Kamis (12/4/2012) pagi.
Tak biasanya Gubernur Frans menyampaikan pidato pembukaan pada suatu acara resmi bernada tegas. Lima menit terakhir menjelang pidatonya selesai, raut dan mimik muka Ketua DPD PDI Perjuangan NTT ini serius menunjukkan sikapnya terhadap berbagai kritikan program unggulannya selama beberapa pekan terakhir. Sorot matanya lurus ke depan, dua tangan memegang mimbar tatkala menanggapi kritikan program DeMAM.
Lima menit di akhir pidatonya pun tak ada tepuk tangan dan hiruk pikuk bincang para peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut. Semua peserta sosialisasi serius mendengar pesan-pesan Gubernur Frans. Padahal selama ini Gubernur Frans biasanya berkelakar dan santai manakala menyampaikan pidato membuka kegiatan instansi di lingkup Pemprop NTT.
Usai membuka acara tersebut, Gubernur Frans langsung kembali ke kantornya. Beberapa wartawan tak berhasil mewawancarainya.
Pernyataan Gubernur Frans menanggapi kritikan berbagai pihak terhadap program DeMAM yang digulirkan duet pemerintahan Gubernur Frans Lebu Raya dan Wakil Gubernur Esthon L Foenay sejak tahun 2011 lalu.
Sasaran program tersebut adalah desa termiskin di satu kecamatan di wilayah NTT. Setiap desa dialokasi anggaran sebesar Rp 250 juta. Pengelolaan dana oleh kelompok masyarakat didampingi seorang pendamping. Sehari sebelumnya, Bupati Sabu-Raijua, Marthen Dira Tome, mengaku belum mendengar hingga bingar program DeMAM di wilayahnya. Tak populernya porgram itu di Sabu-Raijua malah dikalahkan dengan penyakit malaria yang sering terdengar dan mendera masyarakatnya.
Gubernur Frans memastikan seluruh kabupaten ada program DeMAM. Bahkan, di setiap kecamatan ada program ini. "Sampai tahun 2012 ada dua desa di tiap kecamatan. Tahun depan akan bertambah lagi satu desa di setiap kecamatan," ungkap gubernur.
Mantan Ketua GMNI NTT ini menyatakan, bila ada pihak yang tidak sepakat dengan program DeMAM, ia tidak mempersoalkannya. "Kalau ada yang tidak sepakat tidak apa-apa juga. Kita boleh berbeda dengan keyakinan masing-masing. Saya meyakini dengan program ini akan membantu rakyat di desa-desa. Tetapi kalau ada yang tidak yakin, itu berarti mempunyai keyakinan lain," ujarnya.
Gubernur menyampaikan apresiasinya kepada berbagai pihak yang sudah menyoroti program DeMAM. Namun sorotan itu tidak menyurutkan niatnya untuk terus melanjutkan program tersebut karena diklaimnya berpihak rakyat. "Soal kemudian mekanismenya masih ada pembenahan-pembenahan, itu satu soal tersendiri," katanya.
Gubernur Frans mengatakan, prinsipnya pemerintah berpihak pada rakyat. Terkecuali bila ada yang tidak setuju berarti mungkin dia tidak berpihak rakyat. Gubernur pun meminta semua pihak, terutama pemerintah daerah supaya menjaga desa mandiri anggur merah sebaik-sebaiknya. Pasalnya, semestinya di kabupaten-kabupaten sudah mengerti program itu ada di sana.
"Berilah penjelasan kepada masyarakat sebaik-baiknya. Inilah wujud keberpihakan kita. Inilah wujud kepercayaan kita kepada masyarakat. Mudah-mudahan peserta yang ada di ruangan ini sepakat program ini baik adanya. Mudah-mudahan," harap Gubernur Frans.
STORYHIGHLIGHTS
* Tahun 2012, Dua Desa di Setiap Kecamatan
* Tahun Depan Tambah Satu Desa di Setiap Kecamatan
* Kalau Ada yang Tidak Sepakat, Tidak Apa-Apa
* Saya Meyakini dengan Program Ini Membantu Rakyat
* Berilah Penjelasan Kepada Masyarakat Sebaik-baiknya