Nangaroro Belum Dapat Bantuan Bencana
Hingga saat ini para korban bencana angin kencang di Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo, belum mendapatkan bantuan
POS KUPANG.COM, MBAY --- Hingga saat ini para korban bencana angin kencang di Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo, belum mendapatkan bantuan dalam bentuk apa pun dari Pemerintah Kabupaten setempat.
Pada hal bencana yang umumnya menimpa semua wilayah di Nagekeo itu, sudah terjadi pada Hari Kamis dan Jumat (15 dan 16/3/2012) lalu.
Camat Nangaroro Paternus Adja, mengakui hal itu saat dikonfirmasi Pos Kupang pada Hari Rabu (4/4/2012). Namun menurut dia saat ini pemerintah sedang memproses bantuan untuk korban di wilayahnya.
"Sampai saat ini, korban di Kecamatan Nangaroro belum mendapatkan bantuan apa pun. Tetapi sekarang sedang diproses agar bantuan bisa disalurkan kepada para korban. Untuk saat ini bantuan yang diperlukan adalah beras," kata Paternus, yang ditemui di kompleks Kantor Bupati Nagekeo hari itu.
Dia menambahkan, warganya saat ini memperbaiki sendiri bangunan rumah mereka yang rusak bahkan rubuh. Paternus memprediksi, dampak ikutan yang paling parah akan terjadi pada Bulan Juli 2012 ke atas.
"Karena pada bulan-bulan seperti itu biasanya warga sudah memanen hasil perkebunan, misalnya cengkeh serta hasil dari tanaman lainnya. Dari hasil panenan itulah mereka membiayai berbagai kebutuhan hidupnya. Sementara saat ini, hampir semua tanaman produktif tersebut sudah tumbang ditiup angin. Itu akan menjadi dampak ikutan yang paling terasa nantinya," tutur Paternus.
Menurut dia, tanaman petani yang paling banyak menjadi korban di wilayahnya terdapat di Desa Kota Keo, Kota Keo I, Kota Keo II, dan Degalea, yang umumnya adalah cengkeh dan kakao. Sedangkan tanaman padi dan jagung yang menjadi korban umumnya terdapat di Desa Wokowoe. Di desa/kelurahan lainnya, korban materi dalam bencana tersebut bervariasi.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagekeo, pohon cengkeh yang tumbang di Nangaroro sebanyak 2.969 pohon,kakao 2.061, rumah 34 unit serta masih banyak korban materi lainnya.