Kamis, 11 Juni 2026

Batas Matim-Ngada

Tim Teknis Telusuri Pilar Bermasalah

Tim teknis dari Propinsi NTT melakukan penelusuran pilar-pilar bermasalah di wilayah perbatasan antara Kabupaten Ngada dengan Manggarai Timur.

Tayang:
Editor: Sipri Seko
Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM, BAJAWA -- Tim teknis dari Propinsi NTT melakukan penelusuran pilar-pilar bermasalah di wilayah perbatasan antara Kabupaten Ngada dengan Manggarai Timur (Matim) mulai dari titik satu yang berlokasi di Labuan Kelambu, Kecamatan Riung, hingga titik 14 yang berada di Kali Bakit, Kecamatan Riung Barat. Tim melakukan penelusuran selama lima hari sejak Selasa (13/3/2012). Tim teknis dari propinsi ini didampingi tim teknis dari Kabupaten Ngada.  

Ketua tim teknis penelusuran dari Pemprop NTT, Eduardus Gana, melalui Kepala Sub Bidang Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Perbatasan, Samuel Blegur, mengatakan hal itu kepada wartawan di sela-sela kegiatan penelusuran pilar satu yang berada di Labuan Kelambu, Desa Sambinasi, Selasa (13/3/2012). Menurut Blegur, kehadiran tim teknis propinsi dalam rangka penelusuran pilar-pilar perbatasan yang selama ini bermasalah. Hasil dari kegiatan identifikasi dan penelusuran tersebut akan disampaikan kepada gubernur sebagai acuan sebelum mengambil keputusan.

Blegur mengatakan, tim teknis dari propinsi berjumlah 12 orang. Tujuh orang bersama Pemkab Ngada dan lima orang bersama Pemkab Manggarai Timur (Matim).

Disaksikan wartawan, kegiatan penelusuran dilakukan mulai pukul 08.00 Wita, di Labuan Kelambu, yang menjadi titik satu pilar perbatasan antara Ngada dan Matim. Usai melihat pilar satu, tim teknis bersama rombongan Bupati Ngada melanjutkan perjalanan dari Moratauk menuju Kali Buntal yang jaraknya 11 kilometer.  Rombongan menuju jembatan Kali Buntal guna bertemu dengan tim teknis sekaligus Pemkab Matim dan tiba di kali Buntal pukul 11.00 Wita. Selanjutnya menunggu Pemkab Matim di Kali Buntal dalam kondisi hujan.

Pemkab Matim bersama tim baru tiba di Kali Buntal pukul 17.00 Wita. Usai berbincang-bincang dengan Bupati Ngada, Pemkab Matim menuju Moratauk untuk melihat pilar satu. Kedua pemerintah diwakili masing-masing asisten dan tim teknis melihat pilar satu di Labuan Kelambu pukul 18.30 Wita. Setelah melihat pilar kedua, pemerintah diwakili asisten I masing-masing kabupaten menandatangani berita acara. Dari Ngada oleh Asisten I, Yohanes Vianey Siwe, Camat Riung Alfian, Kades Sambinasi, Abidin Binga, Kapolsek Riung, Iptu D R Tari, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Begitu juga dari Pemkab Matim diwakili Asisten I, Agus Kano, Camat Elar, Kapolsek Sambi Rampas dan Kepala Desa Golo Lijun.


Tak Mau Diintervensi
Dalam kunjungan itu, rombongan Bupati Ngada hanya bisa bernaung di rumah-rumah warga, namun duduk di luar teras rumah karena saat rombongan bupati dan tim teknis menuju Kali Buntal, warga tidak ada di rumah. Semuanya sudah berangkat menuju kebun. Suasana di Kampung Moralente sangat sepi, warga masyarakat tidak berada di rumah masing-masing saat itu. Mereka semua berangkat menuju kebun saat rombongan tim teknis melintasi wilayah tersebut.

Beberapa warga mengaku, mereka lari ke kebun karena takut diintervensi oleh pemerintah  setelah rombongan sudah pulang.

Bupati Ngada, Marianus Sae, kepada masyarakat Moratauk mengatakan, tim teknis dari propinsi didampingi tim dari Pemkab Ngada melakukan penelusuran pilar-pilar bermasalah mulai dari Moratauk hingga Kali Bakit, dengan daerah penelususan, yaitu pilar I di Labuan Kelambu, Kecamatan Riung, pilar IX di Lanamai, Kecamatan Riung Barat dan pilar XV-XVI di Kali Bakit, Kecamatan Riung Barat.   Kepala Desa Sambinasi, Abidin Binga kepada wartawan mengatakan, untuk wilayah Desa Sambinasi terdapat empat pilar, yakni pilar I ada di Labuan Kelambu/Nagawaru, pilar II di Waeraka, pilar III di Golo Lentang dan pilar IV di Tana Peta. Pilar selanjutnya berada di wilayah desa lain. 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved