Rabu, 10 Juni 2026

SPDN PPI Amagarapati di Flores Timur Khusus Nelayan

Rencananya, SPDN tersebut akan diaktifkan pada April 2012 mendatang.

Tayang:
Editor: Sipri Seko
zoom-inlihat foto SPDN PPI Amagarapati di Flores Timur Khusus Nelayan
POS KUPANG/SYARIFAH SIFAH
SPDN ini rencananya akan diaktifkan pada awal April 2012. Jika SPDN diaktifkan maka pembelian menggunakan jerigen dihentikan.
Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Syarifah Sifah

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA -- Pertamina bekerjasama dengan pihak swasta membangun stasiun pengisian bahan bakar daerah nelayan (SPDN) di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Amagarapati-Larantuka, khusus untuk kebutuhan para nelayan. Rencananya, SPDN tersebut akan diaktifkan pada April 2012 mendatang.

Sales Depot Pertamina Maumere, Ida Bagus menyampaikan hal ini kepada wartawan di Larantuka, Sabtu (10/3/2012). Bagus ketika itu mendampingi Manager Distribusi Area Bali- Nusra, Ir. Syamsu Kahar, MM.

Bagus mengatakan, kondisi saat ini di Flotim banyak pedagang yang membeli minyak menggunakan jerigen. Namun, keberadaan jerigen tersebut sulit dipantau kegunaannya karena para nelayan di pulau-pulau masih membeli solar dan bensin kepada para pengecer.

"Pertamina tidak mentolerir jerigen termasuk pengecer, namun dengan kondisi SPBU di Flotim yang belum mendukung membuat kita hanya melihat. Ke depan, setelah SPDN sudah berjalan, tidak ada lagi jerigen," kata Bagus.

Sementara Syamsu menjelaskan, BBM subsidi setiap tahun quotanya menurun. Karena itu dibutuhkan pengawasan dari pemerintah. Pemkab Flotim diharapkan melakukan upaya-upaya proaktif dalam rangka penataan, pengaturan dan pengawasan pendistribusian BBM di wilayahnya sehingga prinsip penyaluran BBM bersubsidi secara tepat sasaran ke konsumen pengguna berjalan optimal.  

Khusus SPDN, kata Syamsu, sesuai nama dan fungsinya adalah untuk mendukung kegiatan nelayan. Karena itu, SPDN dibangun di seputar kawasan pantai, tak jauh dari industri perikanan rakyat seperti PPI.

Sementara jenis BBM yang dijual, kata Syamsu, berupa solar. Ini sesuai yang dibutuhkan nelayan untuk melaut. Pasalnya, seluruh kapal nelayan menggunakan mesin berbahan bakar solar.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved