Puting Beliung Ambrukan 10 Rumah di Sikka
Bukan saja di Kampung Garam, Kelurahan Kota Uneng, Kota Maumere yang pemukimannya dihantam puting beliung dan merusak 3 rumah, Senin (6/2/2012) sore.
POS KUPANG.COM, MAUMERE --- Bukan saja di Kampung Garam, Kelurahan Kota Uneng, Kota Maumere yang pemukimannya dihantam puting beliung dan merusak 3 rumah, Senin (6/2/2012) sore.
Angin putting beliung yang beraksi di pemukiman warga di Dusun Lirakelan, Desa Wuliwutik, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka juga porak-poranda karena puting beliung,Senin (6/2/2012) sore.
Sebanyak 10 buah rumah di Dusun Lirakelan, Desa Wuliwutik, Kecamatan Nita, kabupaten Sikka, Senin (6/2/2012) sore sekitar pukul 16.00 Wita ambruk karena dihantam angin puting beliung. Sepuluh rumah yang dihantam angin ini dihuni oleh 57 jiwa dan kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 juta.
Hingga kini pihak desa dan warga masih terus mendata para korban puting beliung. Diperkirakan jumlah korban puting beliung karena bertambah.
Aparat desa dan warga setempat masih mengalami kendala mendata warga lain yang menurut informasi terkena bencana angin puting di dua dusun di desa itu.
Dengan demikian total rumah yang rusak karena angin puting beliung di Sikka sebanyak 13 buah rumah yang kondisinya rusak berat
Yos Labi, warga Lirakelan dalam keterangan kepada Pos Kupang per-telepon, Selasa (7/2/2012) sore, mengatakan, warga yang rumahnya rusak kini telah dibangun darurat agar bisa dihuni.
Bantuan dari pemerintah belum tiba karena kondisi jalan tidak mungkin sehingga warga terpaksa secara bersama-sama membangun rumah para korban menggunakan bangunan yang diselamatkan saat bencana.
"Kami sudah perbaikki 10 rumah yang rusak itu tapi masih darurat. Kami masih berharap jika tidak hujan bantuan pemerintah bisa diberikan kepada warga di Lirakelan," kata Yos, yang memberikan keterangan per-telepon dan SMS kepada Pos Kupang di Maumere.
Yos menjelaskan, sesuai data yang direkap warga dan pihak desa angin puting beliung merusak rumah di RT 14 sebanyak 4 buah rumah, RT 13 sebanyak 4 rumah dan RT 16 sebanyak 2 rumah.
Dengan demikian total rumah yang rusak sebanyak 10 buah dan tidak ada korban jiwa. "Bantuan yang diberikan belum ada dari pemerintah tapi warga di Lirakelan telah merespon dengan memberikan bantuan sesuai kemampuan mereka sambil menunggu bantuan dari Maumere," kata Yos.