Polisi Endus Pembuang Bayi
POS-KUPANG.COM. MAUMERE --- Aparat Polres Sikka masih mengendus pelaku pembuang bayi di Maumere. Identitasnya sudah diketahui, namun masih mencari bukti-bukti tambahan untuk menangkapnya.
POS-KUPANG.COM. MAUMERE --- Aparat Polres Sikka masih mengendus pelaku pembuang bayi di Maumere. Identitasnya sudah diketahui, namun masih mencari bukti-bukti tambahan untuk menangkapnya.
"Pelakunya masih dilidik. Jasad bayi itu telah diperiksa di RSUD Maumere. Kita juga masih periksa saksi-saksi," kata Kapolres Sikka, AKBP Drs. Ghiri Prawijaya, melalui Kasat Reskrim, AKP Muh Arif Sadikin, Minggu (29/1/2012) siang.
Arif meminta masyarakat Maumere memberikan informasi seputar kasus tersebut agar polisi mengusutnya sampai tuntas.
Perihal jenis kelamin bayi, apakah perempuan atau laki-laki, dokter yang melakukan visum tidak bisa memastikannya karena jasad bayi itu sudah hancur.
"Bayi itu kemungkinan lahir normal dan dikubur sekitar 4-5 hari yang lalu oleh orangtuanya," kata sumber Pos Kupang di RSUD Maumere, kemarin.
Siska, warga RT 05, Kelurahan Wolomarang, kepada Pos Kupang, mengatakan, anjing yang membawa jasad bayi ke depan rumahnya adalah anjing peliharaannya sejak kecil.
"Sore itu (saat kejadian, red) kami sedang duduk di depan rumah. Tiba-tiba anjing itu membawa jasad bayi. Kami tidak tahu dari arah mana anjing itu datang, belakang atau samping rumah, karena kami duduk menghadap ke dalam rumah. Anjing kami itu tidak biasanya jalan jauh, hanya di sekitar rumah," kata Siska.
Ia mengatakan, di RT 05 ada empat orang ibu hamil, satu orang telah melahirkan, tiga lainnya belum. "Kami di rumah ada dua orang yang hamil, termasuk saya sendiri," kata Siska.
Diberitakan kemarin, seekor anjing menyantap mayat bayi di saat Kota Maumere diguyur hujan, Sabtu (28/1/2012) sore. Anjing menyeret sisanya kemudian diletakkan di sekitar Perumahan Puri Kimbul Maumere, tepatnya di depan rumah Merci Luna, warga RT 05/RW 03, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat- Sikka.
Dalam suasana hujan itu, pemilik rumah mencium bau tak sedap. Mereka kemudian mencari tahu sumber bau itu. Betapa terkejutnya keluarga itu ketika mereka melihat mayat bayi yang tidak utuh lagi persis di depan rumah.
Di dekat orok itu berdiri seekor anjing. Orok itu masih memiliki kepala dan tangan kanan. Sebagian tubuhnya telah hancur dan dimakan anjing.
Merci pun melaporkan penemuan mayat bayi itu kepada Ketua RT 03, Paulus Rea, dan melaporkannya ke Polsek Alok. Kini, polisi tengah mengusut kasus yang menghebohkan itu.