Saya Ingin Ubah Haluan Cinta
Dokter Valens Yth, Selamat pagi dan salam sejahtera buat dokter dan jajaran Pos Kupang Minggu. Saya Fatima, berdarah campuran Flores dan Sulawesi. Umur saya 25 tahun. Saat ini saya merasa seperti sudah tidak muda lagi, karena di kota kami di Flores, banyak perempuan yang lebih muda dari saya sudah pada berkeluarga dan punya anak.
Dokter Valens Yth,
Selamat pagi dan salam sejahtera buat dokter dan jajaran Pos Kupang Minggu. Saya Fatima, berdarah campuran Flores dan Sulawesi. Umur saya 25 tahun. Saat ini saya merasa seperti sudah tidak muda lagi, karena di kota kami di Flores, banyak perempuan yang lebih muda dari saya sudah pada berkeluarga dan punya anak.
Saya masih berada pada masa penantian, karena Denis satu-satunya lelaki yang saya cintai dan yang senantiasa saya tunggu hilang kabar beritanya.
Begini dokter. Saya termasuk orang yang sangat setia. Sulit buat saya mempercayai cowok, tetapi Denis adalah pengecualiannya. Saya percaya padanya. Saya mulai pacaran dengan Denis sejak kami sama-sama masih kuliah D-III di Makassar. Setelah tamat, saya pulang dan bekerja di Flores, sedangkan Denis berangkat mencari kerja di Kalimantan Timur.
Saya dengar Denis bekerja di perusahaan kayu. Selanjutnya dia juga pernah merantau mencari kerja ke Malaysia Timur, Sarawak. Saya dapat banyak kabar dan gossip tentang Denis, tapi saya sangat mengenal Denis sehingga saya percaya padanya. Orang bilang Denis sudah punya wanita lain di setiap tempat dia kerja. Tapi saya malahan membantah kata-kata orang itu.
Bila dihitung, kami sudah empat tahun pacaran dan hampir satu tahun lebih ini kontak kami mulai terganggu. Orangtuanya tinggal di Flores juga, tapi di kota kabupaten yang berbeda. Saat awal dia ke Kalimantan kontak kami lancar sekali, dan saya merasa hati berbunga-bunga dan cinta pun membara dalam sanubari ini.
Akan tetapi sudah lebih dari satu tahun ini, kabarnya menjadi kabur. Denis sudah lama sekali tidak menelepon saya. Saya coba kontak ke tempatnya di Kaltim, mereka selalu bilang dia tidak ada. Dia sedang ke Tawao - Malaysia. Sejak saat itu saya mulai tidak tenang. Kadang malam-malam saya keluyuran dengan sepeda motor keliling kota hanya karena stress.
Untunglah bahwa di kota ini saya bisa dapat pekerjaan yang baik, sehingga saya bisa menghabiskan waktu dengan konsentrasi pada pekerjaan ini. Sampai dengan hari ini saya masih berharap kalau satu saat Denis bisa menghubungi saya. Saya akan iklas kalau memang dia katakan hubungan kami putus.
Saya belum mau cari teman baru karena saya masih mengharapkan Denis. Dan seperti saya sudah katakan bahwa saya sulit percaya cowok, jadi sampai dengan saat inipun saya belum punya pacar baru. Untuk itu saya mau tanya beberapa hal antara lain :
Apakah saat ini saya boleh cari pacar baru, tanpa mengetahui keadaan terakhir dari Denis ?.
Bagaimana cara memutuskannya?
Kalau saya pacaran lagi dan tiba-tiba Denis datang menemui saya, apa yang harus saya buat? (karena saya sangat mencintai Denis). Akhirnya jawaban dokter sangat saya tunggu di Pos Kupang Minggu. Salam, Fatima, Flores.
Saudari Fatima yang baik,
Selamat pagi dan salam sejahtera juga buat Anda. Hidup ini akan terasa panjang dan melelahkan manakala tidak diisi dengan sesuatu yang indah dan menyenangkan. Hatipun akan terasa hampa manakala tidak diisi dengan cinta dan kasih sayang.
Nampaknya jalan yang sedang Anda lalui masih belum jelas arah tujuannya. Denis yang terlanjur Anda sayangi tidak memberi suatu kepastian apakah masih mencintai Anda. Dengan istilah lain cinta Denis seolah telah ditelan oleh hutan Kalimantan.
Pengalaman banyak orang membenarkan bahwa dalam hal cinta, faktor jarak bisa jadi 'Setan pembunuh'. Bila jarak itu begitu jauh maka akan terdapat begitu banyak godaan dan tantangan yang dihadapi. Betapa tidak, karena pada hakekatnya hati manusia harus selalu basah disirami hujan cinta agar bisa awet langgeng dan bisa bertahan lama.
Hati itupun akan selalu berbunga-bunga dan harum semerbak lantaran di sekitarnya selalu ada dia yang dicintai. Sebaliknya, Hati itu akan gersang dan kerontang manakala hujan cinta cuma sekedar bayangan. Hati ini tak pernah dibasahi lagi oleh segarnya curahan cinta. Awal mula Anda selalu yakin bahwa jauhnya jarak bisa teratasi lewat surat, telepon atau internet.
Namun ingin saya katakan bahwa cinta dalam hati manusia memiliki gelombang yang berbeda dengan gelombang telpon dan internet. Cinta butuh kedekatan mata dan hati untuk melihat kesungguhan jiwa yang bersarang di dalam tubuh. Surat , telpon dan internet memiliki keterbatasan menjangkau ke dasar hati.
Senyum, kedipan mata, dan serangkaian langkah gontai dan cubitan ringan dibutuhkan untuk menyuburkan cinta. Ini yang hilang dari hubungan Anda dan Denis. Untuk mencari cara mendapatkan info tentang Denis, mungkin tidak sulit.
Kontak saja dengan orangtuanya atau teman - teman dekatnya pasti ada yang tahu. Namun yang berat bagi Anda adalah bagaimana mengetahui bahwa apakah masih ada rasa rindu dan cinta dari Denis buat Anda. Mungkinkah oleh dorongan kekuatan Cinta, Anda berani berangkat dan mencarinya ke Kalimantan atau ke Malaysia sekalipun (?).
Bila itu tidak mungkin maka Anda harus mampu membuat keputusan. Sudah satu tahun lebih Denis tidak ada kabar, itu sudah melampaui toleransi "kesabaran menunggu" dari Anda.
Anda bisa simpulkan bahwa Denis yang sekarang bukan Denis yang dahulu lagi. Dia sudah berubah haluan dan Andapun harus mampu membuat hal yang sama. Anda bisa berbesar hati dengan ungkapan penghibur " Cinta tak mesti bersatu " atau "mencinta tidak harus memiliki".
Bagaimana cara Anda memutuskan cinta dengan Denis, bukan soal rumit juga. Titipkan saja sebuah surat via orangtuanya, bila ada kabar dari Denis dan dapatkan alamatnya, kirimkan saja surat itu buat Denis. katakan dalam surat bahwa Anda terlampau lelah menunggu kabar darinya.
Komunikasi sudah macet, api asmara mulai padam. Mohon maaf bila Anda harus merubah haluan. Hidup ini singkat mengapa harus mengisinya dengan suatu yang tidak pasti. Hidup perlu ada keputusan, dan bila keputusan telah diambil meskipun kemudian Denis muncul, untuk apa menoleh lagi kebelakang. Anda tidak ingin hancur dua kali bukan ?.
Siapapun tidak ingin. Hidup dan kebahagiaan butuh perjuangan. Membalikkan haluan juga adalah suatu bentuk perjuangan untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup. Saudari Fatima yang baik. Demikianlah jawaban saya. Selamat berjuang. Salam dalam doa
Dr. Valens Sili Tupen, MKM.