Anggran Dipotong, Disebut Mafia Anggaran
Ketua Komisi C DPRD NTT, Stanis Tefa, menyatakan, usulan pemotongan anggaran untuk promosi investasi komodo ke luar negeri merupakan bagian dari mafia anggaran.
POS KUPANG.COM, KUPANG --- Ketua Komisi C DPRD NTT, Stanis Tefa, menyatakan, usulan pemotongan anggaran untuk promosi investasi komodo ke luar negeri merupakan bagian dari mafia anggaran.
Pasalnya, usulan promosi ke Belanda dan Singapura sudah disetujui di tingkat komisi dan Badan Anggaran DPRD NTT saat dibahas dalam pembahasan rancanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah NTT tahun anggaran 2012 lalu.
"Sudah dianggarkan dan sudah dibahas pada pembahasan anggaran. Dan, Banggar NTT sudah setujui. Kemudian ada pihak tertentu yang potong, itu mafia anggaran. Itu mafia anggaran dan kami tolak karena sudah melalui mekanisme yang sah," ujar Stanis yang juga anggota Banggar DPRD NTT di gedung DPRD NTT, Selasa (24/1/2012) siang sambil menyatakan dalam banggar ada dua negara tujuan yang disetujui namun dialokasikan dalam satu anggaran.
Menurut Stanis, dalam kegiatan ini tugas pertama BKMD adalah memberikan promosi investasi baik di dalam ataupun di luar negeri. "Setelah komodo menjadi new 7 wonders di dunia terus diapakan. Padahal Pemprop Kepulauan Riau ada kerja sama dengan NTT melalui MOU. Dan, mereka fasilitasi untuk bagaimana promosi NTT dan promosi komodo di NTT. Jadi, harus dipromosikan," ujar Stanis.
Ditanya mengapa harus ke Singapura dan Belanda, Stanis mengatakan ke Singapura karena biaya murah dan seluruh negara bertumpu ke sana. Kalau ke Korea dan Jepang, biayanya mahal.
"Anda tahu selama ini kalau ke sana murah. Bisa dengan feri menyeberang ke Singapura. Dan, seluruh dunia ke sana. Dan, mereka yang minta," tandasnya.
Urgensinya DPRD dan pimpinan DPRD ke sana untuk apa? Stanis mengatakan tidak ada urgensitasnya. "Kami memberikan motivasi. Tidak pernah kami minta untuk ikut. Kami memberikan dukungan kepada BKPMD karena dia tugasnya memberikan promosi," kata Stanis.