Digelar, Parade Busana Masa Lampau
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya Propinsi NTT menggelar parade busana masa lampau dan masa kini. Selain itu, lomba vokal grup lagu Anggur Merah dan lagu daerah dengan peserta pelajar SMA dan SMK. Kegiatan lainnya, yakni lomba pangan lokal untuk restoran, hotel dan rumah makan.
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya Propinsi NTT menggelar parade busana masa lampau dan masa kini. Selain itu, lomba vokal grup lagu Anggur Merah dan lagu daerah dengan peserta pelajar SMA dan SMK. Kegiatan lainnya, yakni lomba pangan lokal untuk restoran, hotel dan rumah makan.
“Lomba ini sudah berlangsung sejak 26 Nopember 2011 dan puncaknya pada 29 November dimana akan dilaksanakan pengumuman pemenang sekaligus penyerahan hadiah,” jelas Kepala UPT Taman Budaya Propinsi NTT, Dra. Yohana Lingu Lango, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/11/2011).
Parade busana masa lampau diikuti peserta dari 15 kabupaten/kota, sedangkan lomba busana modern diikuti secara umum dan perorangan sehingga pesertanya cukup banyak. Menurut Yohana, parade busana masa lampau untuk mengembalikan nilai dasar budaya daerah sebagai sumber inspirasi dalam upaya penggalian, pelestarian dan pengembangan kebudayaan guna mempercepat pembangunan di NTT.
Yohana mengatakan, dengan terus mempromosikan pakaian budaya masa lampau yang dianggap sudah hampir punah bahkan punah maka ada perhatian untuk busana tradisional. Dekranasda dan UPT Taman Budaya terus melakukan penggalian, pelestarian dan pengembangan budaya tradisi untuk menjadi media pariwisata yang unggul karena NTT memiliki keanekaragaman budaya.
“Ini membuka peluang baru bahwa budaya tidak hanya dipandang sebagai nilai etnis tetapi juga memiliki nilai komersial sehingga dapat meningkatkan taraf hidup seniman, menciptakan komunikasi antara seniman, perancang busana di NTT serta merangsang dan meningkatkan produktivitas dalam berkarir,” jelas Yohana.
Dia menambahkan, tiga kegiatan ini digelar sekaligus agar gaungnya lebih besar. Yohana menambahkan lomba vokal grup diikuti oleh 17 SMU/SMK. Untuk lomba pangan lokal, agar kuliner tradisional bisa dipromosikan.
“Kita yakin bahwa pariwisata salah satu sektor yang menjadi lokomotif bagi sektor lainnya. Festival ini diharapkan dapat membawa dampak ekonomi yang positif dan dirasakan secara langsung oleh masyarakat di sekitarnya,” ujar Yohana.
“Kuliner ini merupakan potensi andalan karena NTT memiliki beraneka macam ragam makanan yang khas tapi kurang dipublikasi,” tambahnya.