Kamis, 11 Juni 2026

4 Desa di Satar Mese Dilayani PLTP Ulumbu

Sebanyak empat desa yang ada di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Ulumbu, dalam wilayah Kecamatan Sater Mese, Kabupaten Manggarai, mulai kemarin sudah terlayani listrik dari PLTP Ulumbu.

Tayang:

POS KUPANG.COM, RUTENG -- Sebanyak empat desa yang ada di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Ulumbu, dalam wilayah Kecamatan Sater Mese, Kabupaten Manggarai, mulai kemarin sudah terlayani listrik dari PLTP Ulumbu.

Hal ini ditandai dengan adanya kunjungan Bupati Manggarai, Drs. Christian Rotok, bersama Wakil Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, SH,M.Hum., bersama sejumlah pejabat lingkup Setda Manggarai, sejumlah pimpinan SKPD Kabupaten Manggarai, dan pimpinan dari PT PLN (Persero), baik dari Ranting Ruteng, Cabang Flores Bagian Barat (FBB), dan juga General Manajer (GM) Pembangkit dan Jaringan, Nusa Tenggara, Hakim Nawawi.

Kepada Pos Kupang, Rabu (9/11/2011), di lokasi PLTP Ulumbu, General Manajer (GM) Pembangkit dan Jaringan, PT PLN (Persero) Nusa Tenggara, Hakim Nawawi, mengatakan, empat desa yang dilayani dari PLTP Ulumbu saat ini, adalah dari kekuatan daya sebesar 100 kilo watt (Kw).

Dijelaskannya, sesungguhnya jika disesuaikan dengan rencana awal, yang menghendaki tanggal 11 Nopember 2011, pukul 11:00 Wita, PLTP Ulumbu sudah harus bisa menyala dan melayani masyarakat luas, termasuk dengan masyarakat di Kota Ruteng, dan sekitarnya, tidak dapat direalisasikan, karena ternyata pada lokasi di sekitar pembangunan gedung untuk penempatan turbin, tanahnya bukan tanah asli, melainkan tanah urukan, sehingga terancam longsor.

Karenanya, sejak Februari 2011 lalu, pihaknya seharusnya sudah langsung membangun fondasi untuk pembangunan rumah turbin, terpaksa harus melakukan pembangunan tembok penahan untuk mengamankan aset negara, berupa rumah turbin untuk kepentingan PLTP Ulumbu, yang nilainya miliaran rupiah.

"Sebenarnya tidak ada kendala dalam pembangunan ini, untuk menyalakan listrik sebesar 2 x 2,5 Mega Watt, hanya waktu yang diberikan kepada kita yang sepertinya terlalu singkat. Karena kita baru mulai kerja Februari 2011 lalu, dan saat kita mau bangun fondasi, ternyata tanahnya sleep, sehingga kita harus bangun dulu tembok penahan, dan ganti fondasinya dari biasa ke jenis fondasi yang lebih kuat, supaya aman bangunannya. Karena itu, untuk tanggal 11 Oktober 2011 ini, kita hanya nyalakan kekuatan sebesar 100 Kw, untuk melayani masyarakat empat desa di sekitar sini saja," urai Hakim.

Sementara itu, mengenai operasi PLTP Ulumbu dengan kekuatan 2 x 2,5 MW, menurut Hakim, berdasarkan wacana yang dilakukan oleh mantan direktur utama PT PLN (Persero), yang kini menjabat sebagai Mentri BUMN, Dahlan Iksan, akan diberikan sebagai hadiah natal bagi masyarakat Manggarai, dan Hakim yakin, hal itu akan dicapai pada Desember mendatang.

"Potensi yang ada di Ulumbu adalah sekitar 150-170 MW, dan PT PLN, sudah menunjuk anak perusahaannya, yakni PLN Geothermal, untuk bisa melakukan eksplorasi pada daerah sekitar sumur yang ada saat ini, untuk kemudian dilakukan pengeboran lagi, setelah dua sumur dengan kekuatan 10 Mw beroperasi. Jadi sekitar tahun 2013 mendatang, pasti sudah bisa dilakukan eksplorasi untuk pengeboran di sekitar sini (arah utara dua sumur yang ada saat ini, Red), untuk pengembangan.

Karena tahun 2010 ini, akan menyala yang 2 x 2,5 Mw, dan tahun 2012 mendatang, yang 2 x 2,5 Mw itu menyala lagi, sehingga selanjutnya akan dilakukan lagi eksplorasi untuk membangun sumur yang baru. Kedua sumur yang ada saat ini sendiri dibor dengan kedalaman sekitar 800 meter ke dalam tanah," tegas Hakim.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved