SBY Tulis Surat ke Nazaruddin Pada Malam Hari
POS-KUPANG.COM, JAKARTA --- Surat yang dilayangkan Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin kepada Presiden SBY mendapat balasan. Surat sebanyak dua lembar itu ditulis langsung oleh Presiden pada 20 Agustus 2011, malam.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA --- Surat yang dilayangkan Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin kepada Presiden SBY mendapat balasan.
Surat sebanyak dua lembar itu ditulis langsung oleh Presiden pada 20 Agustus 2011, malam.
Menggunakan kop resmi Kenegaraan dengan bertanda tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Surat itu dibacakan di Istana Negara Jakarta, Minggu (21/8/2011), sore, oleh dua staf khusus Presiden yakni Staf Khusus Presiden bidang Hukum dan Pemberantasan Korupsi Denny Indrayana dan Juru Bicara Presiden, Julian Aldrian Pasha.
Kedua staf Presiden ini sampai rela masuk kantor di hari libur ini untuk memjelaskannya kepada publik.
Tambah istimewa lagi surat itu ikut dibacakan langsung Presiden SBY di depan para petinggi Partai Demokrat yang hadir dalam buka puasa di kediaman SBY yakni Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, petang tadi.
Informasi yang diperoleh Tribunnews.com, surat itu awalnya akan dibacakan langsung Presiden di kediamannya Puri Cikeas sore tadi sebelum acara buka puasa bersama petinggi Demokrat digelar.
Namun urung dilaksanakan karena surat itu sifatnya resmi Kenegaraan sementara kediaman Presiden bukan simbol Kenegaraan melainkan rumah pribadi.
Jadilah, surat itu dibacakan secara mendadak di Istana Negara dengan secara mendadak pula mengundang para wartawan untuk meliputnya.
Bahkan Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika Partai Demokrat Ruhut Sitompul usai acara buka puasa bersama SBY mengatakan surat diantarkan langsung oleh staf Presiden ke Mako Brimob, Kelapa Dua, dimana Nazaruddin dipenjara.
Menurut Ruhut surat untuk Nazaruddin ditulis langsung oleh SBY pada 20 Agustus 2011 malam dan SBY membacakan langsung isi surat itu sampai tuntas di depan petinggi Demokrat yang hadir di acara buka puasa. "Kami sangat terharu mendengarnya," kata Ruhut.
Sikap SBY yang "mengistimewakan" Nazaruddin bukan kali ini saja.
SBY bahkan beberapa kali menyempatkan untuk memberikan keterangan pers khusus mengenai upaya penangkapan terhadap Nazaruddin. Juga termasuk SBY berharap banyak dan meminta Nazaruddin untuk sukarela pulang ke tanah air.
Ini dikemukakan SBY baik di rumahnya di Cikeas maupun di Istana Negara, sebelum SBY tertangkap oleh interpol di Kolombia.
Yah itulah keistimewaan Nazaruddin. Suratnya yang berisi tawaran kepada SBY agar anak dan istrinya tidak dikorbankan dan meminta dirinya saja dikorbankan dan hendak tutup mulut ternyata mendapat respon dari Presiden dengan balasan surat serupa.