Laporan Pos Kupang.Com, Ferry Ndoen
Alumni SMAK Giovanni Besarkan Almamater
Pos Kupang Com, JAKARTA---Sebaran alumni SMAK Giovanni yang telah meraih kesuksesan diberbagai bidang kehidupan di tengah masyarakat ikut membesarkan nama almater ini. Dan salah satu keberhasilan yan g telah diraih alumni 1986 sangat membanggakan almamater ini.
Alumni SMAK Giovanni Besarkan Almamater
Pos Kupang Com, Jakarta--Sebaran alumni SMAK Giovanni yang telah meraih kesuksesan diberbagai bidang kehidupan di tengah masyarakat ikut membesarkan nama almater ini. Dan salah satu keberhasilan yan g telah diraih alumni 1986 sangat membanggakan almamater ini.
Demikian pesan Kepala SMAK Giovanni Kupang, Romo Stef melalui Wakil Kepala SMAK Giovanni , Martinus Ora, dalam sambutannya serta pesan kesan yang disampaikan dalam pertemuan syukuran pesta perak 25 tahun Ikatan Alumni SMAK Giovanni Tahun 1986 (Iluni Givens) di Vila Imelda, Gunung Geulis, Puncak Bogor, Kamis (30/6/2011) pukul 22.00 WIB. Hadir dalam pertemuan Pesta Perak Iluni Givens 86, antara lain, guru senior Giovanni , Kris Polo, Ketua Iluni Givens 86, Frans X Watu serta sejumlah alumni, diantaranya, Apry Messah, Jhon Oematan, S.H, MSi, Dona Tho, ST, M.Eng, Michael Wuran, Jimmy Khuana, Lorens Molan, Didi Payong Dore, Ferry Ndoen serta sejumlah alumni lainnya.
Martinus Ora dalam kesempatan itu menyampaikan gambaran umum sekolah ini sejak dipegang kepala sekolah M. Cely hingga kepempimimpan Frater Sarto dan Romo Stef dimana SMAK Giovanni meraih sejumlah prestasei mula dari status diakui hingga disamakan, hingga tahun 2002 meraih status akreditasi A oleh Dirjen Pendidikan Menangah hingga tahun 2009 ditetapkan Mendiknas sebagai sekolah model di NTT. Bahkan dari 132 sekolah model di Indonesia SMAK Giovanni menempati posis/peringkat III (kesan).
Dia juga menggambar keberadaan sekolah ini 25 tahun silam jumlah siswa 287 orang dan tahun 2011 jumlah siswa menjadi 967 siswa serta jumlah guru dari 20-an orang dan saat ini sudah menjadi 62 guru.
Martinus juga mengakui berdasarkan pengalaman mengajar di almamater ini hingga akan memasuki pensiun pada tahun ini juga, pihaknya belum melihat ada benang merah antara antara kepintaran sorang siswa dan keberhasilan yang diraih setaleh menyelesaikan pendidikannya. “ada siswa yang nilai pas-pasan dan boleh dikatakan tidak menonjol di kelas namun ternyata menjadi orang yang berhasildi masyarakat,” kata Martinus.
Pada kesempatan itu, sejumlah alumni 86,Jhoan Oematan, Apry Messah, Frans Watu, Marianus Jawa memberikan sejumlah motivasi serta pesan dan kesan yang berangkat dari pengalaman pribadi sehingga mereka bisa suskes di Jakarta dan juga di di Kupang. (fen)