Kamis, 11 Juni 2026

Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Obby Lewanmeru

Waspadai Kekeringan di NTT

KUPANG, POS-KUPANG.Com --- Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) dihimbau agar mewaspadai kekeringan di NTT. Iklim di NTT diprakiran normal, namun bisa terjadi kekeringan terhadap lahan pertanian.

Tayang:

KUPANG, POS-KUPANG.Com --- Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) dihimbau agar mewaspadai kekeringan di NTT. Iklim di NTT diprakiran normal, namun bisa terjadi kekeringan terhadap lahan pertanian.

"Kita himbau supaya masyarakat mewaspadai kondisi iklim yang mulai kering saat ini. Wilayah NTT termasuk kategori iklim yang tidak seimbang antara musim hujan dan kemarau, karena itu untuk tahun ini kita perlu waspada," ujar Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Klas II Lasiana Kupang, Ir Purwanto kepada Pos-Kupang. Com, Selasa (24/5/2011).

Menurut Purwanto, kewaspadaan perlu dilakukan semua pihak dan terutama petani dalam mengelola air irigasi ke persawahan atau areal pertanian lainnya. Menurutnya,
setiap tahun BMKG menerbitkan dua jenis prakiraan musim yaitu Prakiraan Musim Kemarau diterbitkan setiap bulan Maret dan Prakiraan Musim Hujan setiap bulan September.

"Prakiraan Musim Kemarau 2011 ini memuat informasi Prakiraan Awal Musim Kemarau 2011, Perbandingan antara Prakiraan Permulaan Musim Kemarau 2011 terhadap rata-ratanya atau normalnya selama 30 tahun (1971 - 2000), dan rata-rata mundur anatar 10- 30 hari/ dasarian atau 1 bulan.

Sejak tahun 2005, BMKG telah mengembangkan Daerah Prakiraan Musim (DPM) di Nusa Tenggara Timur dari semula 4 DPM menjadi 20 DPM kemudian DPM berganti nama menjadi Zona Prakiraan Iklim (ZPI) dan kemudian berganti lagi menjadi Zona Musim (ZOM).

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved