Guru SD Ikut Bedah SKL
KUPANG, POS KUPANG.COM --- Sebanyak 119 guru kelas enam Sekolah Dasar (SD) di Kota Kupang mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) Penyusunan Kisi-kisi dan Bedah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) di aula Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Propinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (1/3/2011).
KUPANG, POS KUPANG.COM -- Sebanyak 119 guru kelas enam Sekolah Dasar (SD) di Kota Kupang mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) Penyusunan Kisi-kisi dan Bedah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) di aula Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Propinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (1/3/2011).
Diklat ini diselenggarakan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SD Kota Kupang dan Pusat Kurikulum (Puskur) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) RI dan LPMP Propinsi NTT.
Ketua MKKS SD Kota Kupang, Frans Kore Ludji, kepada Pos Kupang di sela kegiatan itu, mengatakan, diklat ini dilakukan khusus untuk sekolah penyelenggara Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun 2011. Menurutnya, hingga saat ini ada 124 SD, tetapi ada lima SD yang belum memiliki kelas VI sehingga hanya 119 sekolah saja.
"Diklat ini diikuti oleh semua sekolah penyelenggara US SD se- Kota Kupang, sehingga terjadi persamaan persepsi antara semua sekolah. Soal-soal yang akan dipakai pada saat ujian sekolah sudah sesuai dengan SKL," katanya.
Pemateri Diklat dari Puskur Kemdiknas RI, Dra. Dwi Tya Utami, M.Pd, Kepala LPMP Propinsi NTT, Min Haju Ngabidin, S.Pd, M.Si, Kepala Dinas PPO Kota Kupang, Drs. Max Halundaka.
Menurutnya, diklat ini dilakukan karena petunjuk Prosedur Operasional Standar (POS) dari Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP) yang sudah diterima sekolah. Ujian Sekolah (US) dilaksanakan satu bulan sebelum Ujian Nasional (UN) yakni tanggal 11-16 April 2011. Sedangkan UN dilaksanakan tanggal 10-12 Mei 2011.
Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) RI Nomor 2 Tahun 2011 Bab III tentang Pelaksanaan UN Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pasal 3,4 dan 5, sekolah menyelenggarakan US untuk semua mata pelajaran.
Menurutnya, soal-soal yang dibedah dalam bedah SKL dan penyusunan kisi-kisi saat ini akan digunakan dalam US. Untuk itu, perlu penyamaan persepsi agar soal UN SD tetap mengacu pada SKL yang sudah ada.
"Setiap guru diharapkan bisa menyusun soal sesuai dengan kisi- kisi dan membedahnya sesuai dengan SKL yang ada, sehingga dapat dimanfaatkan pada saat pelaksanaan US nanti," katanya.
Ia berharap, para guru bisa memanfaatkan kegiatan ini sehingga bisa menambah wawasan dan memberi dorongan kepada guru sehingga terus meningkatkan profesionalisme. Selain itu, dapat membuat soal-soal sesuai dengan SKL yang ditetapkan dalam kurikulum.)