Perahu Nelayan Tenggelam di Alor
KALABAHI, POS KUPANG.Com--Satu perahu nelayan asal Buton, Sulawesi Tenggara ditemukan tenggelam di perairan laut Batu Putih, Desa Alila Timur, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor. Belum diketahui bagaimana nasib nelayan yang mengawaki perahu itu.
Menurut keterangan yang diperoleh Pos Kupang dari Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Alor Barat Laut (ABAL), Aipda Onan Ndolu, Jumat (22/1/2010), perahu naas itu ditemukan seorang nelayan asal Kokar, La Dende, Kamis (21/1/2010) malam, saat tengah mencari ikan di perairan laut Batu Putih.
Ketika melihat perahu itu, kata Ndolu, La Dende menghampiri dan membalikkan perahu tersebut dari posisi sebelumnya yang terbalik. La Dende memeriksa perahu itu, ternyata mesinnya masih lengkap, sementara awak perahu tersebut tidak ada.
La Dende kemudian membawa perahu dengan bobot setengah ton itu ke Kokar. "Kalau dari ukuran perahu seperti itu, maka biasanya dua sampai tiga orang nelayan bisa menumpangnya," ungkap Ndolu. Dia menambahkan, hingga saat ini belum diketahui nasib para nelayan perahu tersebut, apakah tenggelam atau tengah berada di mana.
Ndolu mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan maupun warga pesisir agar menyampaikan kepada nelayan atau masyarakat yang tinggal di pesisir pantai bila menemukan ada nelayan yang terdampar dalam kondisi apa pun.
Lebih lanjut Ndolu mengatakan, dari informasi yang diperolehnya, perahu nelayan yang tenggelam itu berasal dari Buton. Informasi ini, kata Ndolu, menyusul ditemukan sebuah perahu nelayan lain yang ditumpangi dua orang ketika terdampar. Kedua nelayan yang terdampar itu adalah La Buma dan anaknya La Basima. Keduanya kini tengah berada di keluarga mereka asal Buton yang telah menetap di Kokar.
Menurut Ndolu, La Buma dan La Basima memastikan perahu naas itu milik nelayan Buton yang sekampung dengan mereka. Para nelayan asal Buton itu, kata Ndolu, keluar dari Buton tanggal 30 Desember 2009 lalu dengan tujuan perairan laut Sagu di Flores untuk menangkap ikan tuna. Tetapi di tengah jalan gelombang besar disertai angin membuat mesin perahu mereka rusak, akhirnya terdampar di perairan laut Maritaing, Kecamatan Alor Timur.
Sedangkan perahu yang tenggelam itu, jelas Ndolu mengutip La Buma dan La Basima, diperkirakan keluar dari Buton sekitar awal Januari 2010 atau satu minggu setelah keduanya keluar dari Buton. "Kita berharap, nelayan yang perahunya tenggelam itu ada di tempat aman atau telah menyelamatkan diri," kata Ndolu. (oma)