Sabtu, 13 Juni 2026

Pengobatan gratis Forum Academia NTT

Warga Pitay Suspek TBC

SULAMU, POS KUPANG.Com -- Selain menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), warga Desa Pitay, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang juga suspek tuberculosis (TBC).

Tayang:

Kedua jenis penyakit ini diketahui setelah dokter memeriksa 242 warga Desa Pitay dalam kegiatan pengobatan gratis yang digelar Forum Academia NTT (FAN) di halaman gereja GMIT Zaitun Pitay, Sabtu (12/12/2009).  

Dokter Ivan Jathro menjelaskan, dari hasil  pemeriksaan penderita terbanyak mengalami ISPA. "Banyak juga yang mengalami suspek atau dicurigai menderita penyakit TBC. Kami baru mencurigai. Untuk memastikan benar atau tidaknya, harus melalui pemeriksaan dahak di laboratorium," katanya.         
Menurut Jathro, penyebab TBC karena penderita diserang bakteri mycobacterium tuberculosis. Penularan penyakit ini bisa melalui udara atau cairan yang keluar dari mulut penderita yang sedang batuk. Untuk pencegahan, perlu menghindari kontak
langsung dengan penderita TBC.

Aksi pengobatan gratis dirangkaikan dengan penyuluhan narkoba dan HIV/AIDS bagi siswa/i SMP dan SMK Efata bertempat di SMK Efata Pitay serta penanaman anakan pohon sukun dan nangka. Penyuluhan narkoba diberikan petugas dari BNP NTT. Sedangkan HIV/AIDS disampaikan  Gusti Brewon dari KPAD NTT.

Camat Sulamu, Ren Dano, mengucapkan terima kasih atas kepedulian FAN dan para mitranya terhadap masalah kesehatan di Desa Pitay. Kegiatan tersebut merupakan sebuah karya yang tak akan dikenang selalu. "Kegiatan hari ini benar-benar menyentuh kebutuhan  masyarakat Sulamu," kata Ren Dano.

Moderator FAN, Wilson Therik mengatakan, kegiatan itu merupakan satu bentuk kepedulian FAN terhadap persoalan- persoalan yang dihadapi masyarakat NTT, termasuk warga desa Pitay. "Banyak persoalan ada di masyarakat, namun belum seluruhnya terakomodir oleh pemerintah. Kami dengan adanya pengobatan gratis ini  masyarakat dapat terbantu," katanya.

Khusus penanaman pohon, Therik mengatakan, FAN merindukan ada semacam hutan kenangan di Sulamu. Setiap orang bisa berpartisipasi menanam anakan produktif di hutan kenangan tersebut yang tentu saja bermanfaat bagi masyarakat setempat di kemudian hari. "Kami sambut positif ide FAN ini. Lokasi ada, segera kita realisasikan," kata Camat Dano yang hari itu menanam anakan secara simbolis.

Sekitar 20-an anggota FAN hadir dalam acara bakti sosial di Pitay dan Sulamu. Mereka antara lain, Winston Rondo, Rm. Leo Mali, Pr, Sandro Dandara, Yesti Kumanireng, Jemris Fointuna, Silvester Ndaparoka, Volkes Dadi Lado dan lainnya. (den)

Komentar Warga

Agus Fanggidae


SAYA selama ini sakit dada. Mau pergi berobat, tetapi puskesmas dan pustu terlalu jauh. Dengan adanya kegiatan pengobatan gratis ini, saya sangat bersyukur. Saya harapkan kegiatan ini tidak hanya satu kali, tetapi kalau bisa  berlanjut dua atau tiga bulan sekali. (den)
 
Ny. Fanci Soru

SEJAK lama saya menderita sakit di perut. Walaupun puskesmas dan pustu jauh, saya tetap pergi berobat, namun tidak pernah sembuh. Saya berharap dengan pengobatan gratis ini penyakit saya bisa sembuh. Saya sangat berterima kasih karena  semua obat yang didapat tidak dipungut biaya. (den)   

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
Live
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved