Wisata NTT
Wisata NTT, Pulau Semau, Surga Pasir Putih dan Ikan Kerapu NTT yang Dilupakan
Pulau Semau , Kabupaten Kupang , Nusa Tenggara Timur nampak menggoda dengan lalu liantar perahu nelayan
Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
POS KUPANG.COM -- Pulau Semau , Kabupaten Kupang , Nusa Tenggara Timur nampak menggoda dengan lalu liantar perahu nelayan di selat antara pulau itu dan Pelabuhan Tenau Kupang.
Siapa sanka pulau yang hanya dilihat kapal-kapal meninggalkan Kota Kupang itu ternyata menyimpan begitu banyak .
Wajah pulau itu tertinggal nyaris dalam segala hal, luput dari perhatian kepala daerah yang berganti-ganti di sana. Padahal, Semau punya segudang potensi yang patut dikembangkan.
Setelah sekiyar sekitar 15 menit menyeberangi selatn dengan perahu yang ditumpangi tiba di pesisir utara Pulau Semau, tepatnya di Desa Hansisi.
Tak ada pula tambatan perahu di sana. Perahu merapat ke talut penahan air laut. Dengan bantuan tali, penumpang melompat dari perahu ke sisi talut, lalu merangkak ke permukaan talut setinggi hampir 6 meter.
Di seberang talut, sebuah mobil jemputan siap menyambut. Mobil itu diangkut dengan feri dari Kota Kupang.
Pelabuhan feri tak jauh dari Hansisi yang beroperasi sekali setiap hari, tetapi belakangan beroperasi sampai dua kali pergi dan pulang setiap akhir pekan. ”Sekitar lima tahun lalu, hanya satu atau dua kali per minggu,” ucap Naldo (43), warga yang ditemui di Hansisi.
Saatnya menyusuri pulau itu. Suara gemeretak roda mobil melindas jalanan tanah berbatu, nyaris tanpa sepotong aspal pun.
Debu jalanan beterbangan. Kaca mobil wajib ditutup. Untuk mobil dengan kolong pendek, kecepatannya diatur perlahan jika tak ingin bodi mobil dihajar batu-batu kecil. Jalan aspal termasuk yang sudah terkelupas sepanjang 18,5 kilometer, jalan berbatu 85 km, dan jalan tanah 24 km.
Di pinggir jalan, rumah warga berdiri berjauhan. Semau, pulau seluas lebih dari 246 km persegi itu, dihuni sekitar 13.000 jiwa.
Artinya, setiap 1 km persegi terdapat 52 jiwa di sana. Pulau Semua terdiri atas dua kecamatan, yakni Semau dan Semau Selatan. Total ada 16 desa. Di Kota Kupang, kepadatan penduduk mencapai 2.388 orang per km persegi.
Uniknya, setiap rumah warga dikelilingi pagar yang terbuat dari batu. Warga menyusun batu setinggi pinggang orang dewasa, lebih dari 1,2 meter. Selain sebagai penanda batas lahan, pagar batu juga menjadi pelindung tanaman di halaman dari jangkauan ternak. Maklum, di pulau itu masih banyak ternak milik warga yang berkeliaran.
Di jalanan itu, warga memikul air di jeriken dan ember dari sumur. Seperti daerah lain di NTT, Pulau Semau juga dilanda kekeringan lebih dari enam bulan setiap tahun.
Warga hanya mengandalkan sumur gali dan sumur bor. Namun, debit air tak bisa bertahan lama. Pulau karang dengan rongga di bawahnya membuat air cepat meresap.
Ini hanyalah sekilas gambaran ironis kondisi Pulau Semau yang hanya sejengkal jaraknya dari Kota Kupang. ”Dari dulu, Pulau Semua selalu mendapat banyak stigma buruk. Pulau ini dilupakan dari dulu. Sekarang baru mulai berubah,” kata Carles (58), tokoh masyarakat Pulau Semau.
Perubahan yang dimaksudkan Carles adalah serangkaian proyek infrastruktur berupa pembangunan jalan, pembangunan lembaga pendidikan, dan penataan lokasi pariwisata.
| Kelimutu Bukan Saja Danau Yang Ajaib dengan 3 Warna, Ini 6 Tempat Wisata di Sekitar Danau Kelimutu |
|
|---|
| Liburan ke Maumere, Jangan Lewatkan Pulau Anano, Spot Indah Gugusan TWAL Teluk Maumere NTT |
|
|---|
| Pesona Taman Hutan Raya Prof Herman Yohanes di Amarasi, Tempat Berlindung Kuskus dan Rusa Timor |
|
|---|
| Liburan ke Alor , Jangan Lewatkan Museum 1000 Moko di Kalabahi |
|
|---|
| Wusata NTT, pesona Pantai Kuta di Sumba Timur, Destinasi Andalan Warga Lokal Saat Libur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Penumpang-kapal-kayu-penyeberangan-rakyat-menunjuk-ke-arah-Pulau-Semau-02.jpg)