Rabu, 6 Mei 2026

Wisata NTT

Wisata NTT, Simak Panduan Wisata 3 Hari 2 Malam di Sumba, Contek Itinerary Ini 

Nusa Tenggara Timur memiliki begitu banyak tempat wisata. Selain Labuan Bajo yang menjasi favorit wisatawan

Tayang:
Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
KOMPAS.COM/(Pantai Nihiwatu, Sumba Barat, NTT)
Pantai Nihiwatu, Sumba Barat, NTT 

POS KUPANG.COM -- Nusa Tenggara Timur memiliki begitu banyak tempat wisata. Selain Labuan Bajo yang menjasi favorit wisatawan, NTT juga punya Sumba yang kini menjasi destinasi baru yang tak kalah favorit dengan Flores .

Pulau Sumba menawarkan keindahan yang kontras. Di sisi barat yang hijau dengan ombak kelas dunia, sedangkan sisi timur yang eksotis dengan hamparan savana tak berujung. 

Bagi kamu yang memiliki waktu terbatas tetapi ingin merasakan pengalaman wisata terbaik Sumba, rute Nihiwatu (Sumba Barat) dan Tanarara (Sumba Timur), NTT adalah jawabannya. 

Mengutip dari Wonderful Indonesia, Kemenpar, berikut adalah panduan perjalanan (itinerary) 3 hari 2 malam untuk memaksimalkan petualangan kamu. 

Baca juga: Wisata NTT,  Pesona Pulau Meles Bisa Lihat Indahnya Sunset dari Perbukitan Golokarot

Hari 1: Menuju Gerbang Barat, Mengejar "God’s Left" di Nihiwatu Lihat Foto Eksklusivitas Ombak Pantai Nihiwatu(Wonderful Indonesia, Kemenpar) Perjalanan dimulai dari Bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya. 

Dari sini, kamu butuh waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan darat menuju kawasan Wanokaka, Sumba Barat, tempat Pantai Nihiwatu berada. 

Aktivitas Berkuda di Tepi Pantai Nihiwatu 11
Aktivitas Berkuda di Tepi Pantai Nihiwatu

Berselancar

Pantai Nihiwatu bukan sekadar pantai biasa. Ia dikenal sebagai rumah bagi "Occy’s Left" atau "God’s Left", ombak left-hand reef break yang menjadi incaran peselancar dunia. 

Eksklusivitas Ombak Pantai Nihiwatu
Eksklusivitas Ombak Pantai Nihiwatu

Surga Bahari hingga "Nature Therapy" di Tanjung Kelayang 
• Penting Diketahui: Akses ke ombak ini sangat ketat. Terdapat kuota hanya 15 peselancar per hari untuk menjaga kualitas pengalaman. 
Jika kamu berniat berselancar, registrasi jauh-jauh hari adalah wajib. 

• Etika Dokumentasi: Penggunaan drone di area ini memerlukan izin khusus dan dilarang terbang di atas area privat atau vila tertentu untuk menjaga privasi tamu. 

Aktivitas selain Selancar Lihat Foto Aktivitas Berkuda di Tepi Pantai Nihiwatu(Wonderful Indonesia, Kemenpar) 

Jika tidak berselancar, kamu bisa menikmati hamparan pasir putih sepanjang 2,5 kilometer yang dikelilingi perbukitan hijau. 

Aktivitas ikonik lainnya adalah berkuda di tepi pantai (horseback riding) saat senja atau menikmati layanan Spa Safari—salah satunya yoga di atas tebing yang menghadap langsung ke Samudra Hindia. 

Hari 2: Menyeberang ke timur, menembus keheningan savanna Tanarara 

Pemandangan Bukit Tanarara di Sumba
Pemandangan Bukit Tanarara di Sumba (Suma Trip)

Pada hari kedua, kamu akan melakukan transisi dari barat ke timur. 

Jarak tempuh dari Pantai Nihiwatu ke Savanna Tanarara di Sumba Timur sekitar 190–210 km dengan waktu perjalanan kurang lebih 4,5–5,5 jam menggunakan mobil. 

Tanarara, yang berarti "Tanah Merah", menawarkan lanskap perbukitan savana yang seolah tak berujung. 

Pesona Savanna Tanarara Kesan Tak Berujung dengan Dikelilingi Hamparan Perbukitan Hijau
Pesona Savanna Tanarara Kesan Tak Berujung dengan Dikelilingi Hamparan Perbukitan Hijau

Daya tarik utamanya adalah kontras antara warna rumput dan tanah liat kemerahan yang terlihat sangat sinematik dari udara. 

• Dua Wajah Tanarara: Di musim hujan, bukit ini akan berwarna hijau segar seperti karpet beludru. Namun, di musim kemarau, savana berubah menjadi cokelat keemasan yang memberikan kesan dramatis ala film-film petualangan bagi kamu. 
• Jalur Sinematik: Salah satu spot foto favorit adalah jalan aspal yang meliuk manis di punggungan bukit, memberikan perspektif kedalaman yang luar biasa bagi kamera kamu. Hari 

3: Berburu "Golden Sunrise" dan persiapan pulang 
Hari terakhir adalah waktu yang tepat untuk merasakan "jiwa" Tanarara yang sebenarnya sebelum kamu pulang. Tips Menikmati Tanarara: 

1. Berangkat sebelum terang: Pastikan kamu sudah berada di lokasi sebelum matahari terbit. Cahaya pagi akan menciptakan bayangan halus pada lekukan bukit yang mempertegas tekstur tanahnya. 

2. Eksplorasi detail: Jangan hanya mengambil foto wide. Turunlah sedikit untuk memotret detail tekstur tanah merah atau gerombolan ternak warga yang melintas di sekitar kamu. 

3. Logistik mandiri: Karena fasilitas di lokasi terbatas, pastikan kamu membawa air minum dan camilan sendiri. 

4. Persediaan uang tunai: Fasilitas ATM hanya ada di kota. Segera tarik tunai sebelum kamu menuju area pelosok. 

5. Hormati aturan lokal: Sumba sangat kental dengan adat. Selalu minta izin kepada warga setempat sebelum kamu memotret mereka atau rumah adat. 

Estimasi biaya perjalanan (per orang) Catatan: Estimasi berdasarkan grup kecil (2-4 orang) tanpa tiket pesawat. 

1. Transportasi Total biaya sewa kendaraan (mobil sejenis Avanza/Innova) berkisar antara Rp 2.250.000 hingga Rp 2.500.000 untuk 3 hari. 

Jika dibagi untuk empat orang, maka kamu hanya menanggung sekitar Rp 600.000. Siapkan pula dana cadangan sekitar Rp 100.000 untuk biaya parkir dan retribusi. 

2. Akomodasi (2 malam) Baca juga: Panduan Lengkap Liburan ke Air Terjun Tanggedu Sumba, Cek di Sini! Biaya penginapan bergantung pada pilihan gaya perjalanan kamu: 
• Gaya budget: Guesthouse di Waingapu atau Waikabubak berkisar Rp 200.000 - Rp 350.000 per malam. 
• Gaya nyaman: Hotel berbintang atau resort lokal menengah berkisar Rp 750.000 - Rp 1.500.000 per malam. 

3. Makan dan minum Untuk makan di warung lokal atau restoran sederhana, siapkan dana sekitar Rp 150.000 per hari. 

Total untuk 3 hari bagi kamu adalah Rp 450.000. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. (Kompas.com/*)


Sumber: .

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved