TOPIK
Renungan Harian Katolik
-
Sebagai seorang nelayan, Yohanes dan Yakobus terkenal sebagai orang yang kasar dan berwatak keras, maka disebut “anak guntur” karena suaranya
-
Dia bertugas dalam karya sosial mengurus para janda dan kaum miskin. Kisah Rasul memperlihatkan secara tajam bagaimana Stefanus
-
Ia manfaatkan momen yang amat berharga ini untuk menyatakan dengan tegas kepada dunia bahwa Yesus Kristus yang ia imani ini adalah Anak Allah.
-
Bacaan dari Kisah Para Rasul dan Injil Matius mengajak kita untuk merenungkan arti keberanian dan ketekunan dalam iman kita.
-
Ia menjadi manusia dari keluarga, dan memilih tinggal dalam keluarga untuk menyelamatkannya. Keluarga-keluarga kristiani bukalah pintu rumah hatimu,
-
Kebangkitan harapan generasi ini mengingatkan kita bahwa Allah selalu hadir dalam segala situasi, siap memberikan pertolongan dan pengharapan.
-
Serahkan kepada saya semua dalam dirimu, hidupmu yang sudah pecah, hancur dan tidak utuh lagi! Jangan takut, saya akan perbaiki, pulihkan
-
Untuk sejenak, beban hidup terasa lebih ringan. Namun kita pun sadar: efek perayaan itu tidak akan tinggal lama.
-
Tuhan mau mengangkat mereka dari jurang kenistaan pembuangan. Wujud janji Allah tampak dalam kelahiran seorang Putra yang akan menderita
-
Ia menyandang kekuasaan di pundakNya. Tuhan yang Mahabesar memang datang ke dunia sebagai anak kecil. Mengapa sebagai anak kecil?
-
Merayakan Keberadaan Allah di Tengah Kita: Malam Natal ini mengingatkan kita bahwa Allah hadir di tengah-tengah kita dengan kasih yang besar.
-
Bacaan dari Kitab Maleakhi dan Injil Lukas mengungkapkan bagaimana Allah mempersiapkan jalan bagi penebusan melalui kelahiran Yohanes
-
Berita ini sangat menggembirakan tapi kurang masuk di akal. Maka Zakharia tidak ingin cepat-cepat percaya. Dia bahkan meragukan kebenaran
-
Ketika Elisabet melahirkan anak laki-lakinya suasana sukacita dan kegembiraan meliputi tetangga dan sanak keluarganya.
-
Kedatangannya ke rumah Elisabet mendapat sambutan hangat dan penuh pujian bahagia atas statusnya sebagai mempelai Roh Kudus dan Bunda Putra
-
Dalam bacaan pertama hari ini (1 Samuel 1:24-28), Hana membawa anaknya, Samuel, ke bait Allah dan menyerahkan dia kepada Tuhan.
-
Hati Maria diliputi kegembiraan karena dia mengakui Allah sebagai Juruselamatnya; dia mengakui Allah sebagai yang menyelamatkan.
-
Konsekuensi sebuah persoalan adalah tanggung jawab yang tak terelakkan. Jika ada masalah, sudah pasti hukuman menyusul.
-
Kalau anda mimpi buruk berdoalah supaya anda tidak mimpi buruk lagi. Kitab Suci berkisah tentang seorang pria yang bermimpi.
-
Fokus kita hari ini beralih dari seruan pertobatan Yohanes Pembaptis menuju ketaatan tulus dari Bunda Maria dan Santo Yusuf.
-
Maria sendiri sempat bertanya, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi?..... karena aku belum bersuami ” (Luk. 1:34)
-
Nasib dan harapan hidup hamba bergantung penuh pada majikan atau para tuan yang menguasai mereka. Nasib hidup mereka tidak menentu.
-
Bacaan dari Nabi Yesaya dan Injil Lukas mengungkapkan keajaiban penggenapan janji Allah, yang memberi harapan kepada umat manusia
-
Sungguh, Maria memiliki hati yang terbuka terhadap Allah dan segala rencana-Nya. Ada beberapa hal yang menjadi bukti kuat keterbukaan Maria.
-
Buah cinta selalu merupakan anugerah, diberikan oleh Allah, yang adalah sumber kehidupan dan Pencipta kehidupan baru.
-
Ketika kita ragu akan kuasa Tuhan dalam hidup, hendaknya kita menarik diri dari keramaian untuk lebih fokus mencermati kebenaran janji Tuhan
-
Bacaan dari Kitab Hakim-Hakim dan Injil Lukas menggambarkan bagaimana Allah bekerja melalui situasi yang tampaknya tidak mungkin
-
Yusuf akhirnya memutuskan untuk mengambil jalan tengah, yakni ia bermaksud menceraikan Maria secara diam-diam
-
Kelahiran Yesus memang bersifat unik dan berbeda dari kelahiran biasa sorang anak manusia yang normal
-
marilah kita berdoa agar kita dapat membuka hati untuk menerima karya Roh Kudus dan mengikuti rencana Tuhan