TOPIK
Renungan Harian Katolik
-
Salam ini merupakan salah satu dari tiga rumus salam pembuka yang diucapkan oleh imam dan disediakan satu rumus
-
Ia juga menekankan pentingnya iman yang diwariskan dari nenek moyangnya kepada Timotius.
-
Karya keselamatan umat manusia itu rumit. Yesus ibaratkan tugas perutusan mewartakan Injil seperti anak domba ke tengah serigala.
-
Bimbing langkah kami agar setia mengikuti Engkau dalam kehidupan sehari-hari, membangun persatuan, membawa harapan
-
Renungan Harian Katolik Pater Fransiskus Funan Banusu SVD merujuk pada Bacaan I : (Yes. 823b - 9:3; Mzm. 27:1.4.13-14; 1Kor. 1:10-13.17; Mat. 4:12-23)
-
Renungan Harian Katolik Bruder Pio Hayon SVD merujuk pada Bacaan I : Yes. 8: 23b-9:3 Bacaan II: 1Kor. 1: 10-13.17
Injil: Mat. 4: 12-23
-
Kegelapan yang dialami Israel bukan sekadar ketiadaan cahaya fisik, tetapi pengalaman kolektif akan runtuhnya harapan, identitas, dan masa depan.
-
Yesus dalam misi perutusan-Nya menjadikan Allah Bapa-Nya sebagai pusat dan manusia menjadi subyek pelayanan-Nya.
-
Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia,sebab kata mereka: Ia tidak waras lagi.
-
Dari bacaan 2 Samuel dan Injil Markus, kita diajak untuk melihat bagaimana orang sering kali menilai dengan pandangan dangkal
-
Khalayak ramai, mayoritas umat Allah adalah orang-orang murni yang tinggal di tanah mereka yang tak tercemar arus kepentingan mondial apa pun.
-
Yesus memilih orang-orang ini bukan karena kepandaian atau kehebatan, punya kuasa dan orang kaya.
-
Daud sebenarnya memiliki kesempatan untuk membunuh Saul, tetapi ia memilih untuk tidak melakukannya
-
Yesus Menarik Diri, Tetapi Orang Banyak Mengikuti. Injil dimulai dengan catatan bahwa Yesus menyingkir bersama murid-murid-Nya ke tepi danau
-
Banyak orang datang kepada Yesus dengan tujuan selain mendengar sabda kudus-Nya, juga untuk disembuhkan dari pelbagai penyakit.
-
Permenungan hari ini dari bacaan pertama (1 Samuel 18:6-9; 19:1-7) ini, di mana kita melihat bagaimana David mendapat pujian
-
Mereka ingin melihat apakah Yesus akan menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan-Nya.
-
Bacaan dari 1 Samuel dan Injil Markus mengajak kita untuk merenungkan tema kepercayaan, keberanian, dan tindakan kasih
-
Yesus memberi contoh untuk berbuat baik tanpa batas waktu, aturan atau pun hukum. Kemauan untuk berbuat kasih tidak diprogramkan
-
Aturan yang buruk dan tidak adil jelas harus diperbarui demi terwujudnya kesejahteraan bersama.
-
Meskipun Daud adalah yang terkecil dan dianggap kurang layak oleh manusia, Allah memilihnya berdasarkan hati dan potensi
-
Agar kehendak suci Allah ini terjawab, Yesus Kristus Sang Almasih menerangi mata bumi kita agar kita bisa insyaf untuk mengenal harapan
-
Permenungan kita dimulai dari bacaan pertama ini (1Sam. 15:16-23), di mana Tuhan melalui Samuel menegur Saul karena ketidaktaatannya.
-
Maka kata-kata tersebut sekaligus melawan anggapan bahwa ukuran kebijaksanaan seseorang terletak dari usianya.
-
Yohanes beriman kepada Allah. Ia jujur dan dengan penuh keyakinan, memberikan kesaksian tentang Yesus.
-
Yohanes tahu satu hal penting yakni tugas pelayan Tuhan bukan menarik perhatian ke diri sendiri, tapi menunjuk kepada Kristus.
-
Dengan demikian zaman Roh dan penghapusan dosa dunia pun dimulai. Inilah misi agung sepanjang masa Tuhan kita Yesus Kristus
-
Renungan Harian Katolik Bruder Pio Hayon SVD merujuk pada Bacaan I : Yes. 49: 3.5-6, Bacaan II: 1Kor. 1: 1-3 Injil: Yoh. 1: 29-34.
-
Selain itu, dekat-dekat dengan para pendosa bisa membuat orang benar menjadi najis karena “ketularan” dosa mereka.
-
Untuk menggapai hidup yang sempurna mengingkari diri dan menjual semua harta yang kita miliki, hidup miskin dalam Tuhan.