Rabu, 20 Mei 2026

Persib Bandung

Persib Dapat Sanksi Denda dari AFC Rp3,5 Miliar Buntut Insiden dari Ajang ACL 2

Terhadap sanksi denda tersebut PT Persib Bandung Bermartabat merespons dengan mengeluarkan keterangan resmi manajemen.

Tayang:
Penulis: Edi Hayong | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/Kolase-Persib
SELEBRASI- Pemain Persib Bandung selebrasi merayakan kemenangan. Persib perpanjang jarak poin hingga pekan ke 27 Super League 2025/26, setelah mengalahkan tim tamu Bali United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu 12 April 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Persib Bandung mendapat sanksi denda sangat berat dari AFC
  • Persib menerima sanksi berupa denda sebesar USD 200.000 atau Rp3,5 miliar
  • Sanksi denda ini menyusul insiden saat pertandingan Persib melawan Ratchaburi FC pada ajang ACL 2

POS-KUPANG.COM- Persib Bandung mendapat sanksi denda sangat berat dari AFC menyusul insiden yang terjadi setelah pertandingan Persib melawan Ratchaburi FC pada ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/26, 18 Februari lalu.

Berdasarkan keputusan AFC Disciplinary and Ethics Committee tertanggal 13 Mei 2026, Persib menerima sanksi berupa denda sebesar USD 200.000 atau Rp3,5 miliar serta hukuman penutupan stadion untuk pertandingan kandang di kompetisi AFC.

Terhadap sanksi denda tersebut PT Persib Bandung Bermartabat merespons dengan mengeluarkan keterangan resmi manajemen.

Persib menghormati keputusan yang telah ditetapkan AFC sebagai bagian dari komitmen terhadap profesionalisme, dan tata kelola sepak bola internasional.

Baca juga: Bojan Hodak Kembali Dampingi Persib Bandung di Laga Pamungkas Marc Klok Absen

PT Persib Bandung Bermartabat menyampaikan kekecewaan dan keprihatinan mendalam atas sanksi dan denda yang dijatuhkan oleh AFC menyusul insiden yang terjadi setelah pertandingan antara Persib melawan Ratchaburi FC pada 18 Februari 2026 dalam ajang AFC Champions League Two 2025/2026.

Sebagai klub profesional yang membawa nama Bandung dan Indonesia di level sepak bola Asia, Persib menghormati keputusan yang telah ditetapkan AFC sebagai bagian dari komitmen terhadap profesionalisme, disiplin, dan tata kelola sepak bola internasional. 

Namun di sisi lain, Persib sangat menyayangkan bahwa akibat tindakan yang seharusnya dapat dihindari, klub kini harus menanggung kerugian yang sangat besar, baik secara finansial, reputasi, maupun terhadap perjuangan yang sedang dibangun untuk terus bersaing dan berkembang di level internasional.

Nilai denda yang mencapai sekitar Rp3,5 miliar, ditambah potensi kehilangan pendapatan pertandingan akibat hukuman tanpa penonton, merupakan kerugian yang sangat besar bagi klub. 

Baca juga: Persib Dapat Sanksi Denda dari Komdis PSSI Total Rp455 Juta Bobotoh Berang

Nilai tersebut bukan angka kecil. Dana sebesar itu sejatinya dapat dialokasikan untuk penguatan fasilitas klub, pembinaan jangka panjang, peningkatan kualitas operasional, hingga memperkuat daya saing tim agar Persib Bandung dapat terus berkembang dan melangkah lebih jauh di level Asia.

Yang paling kami sesalkan, kerugian ini tidak hanya dirasakan oleh klub, tetapi juga oleh bobotoh secara luas. Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, dukungan bobotoh yang semakin dewasa, tertib, cerdas, dan bertanggung jawab telah menjadi fondasi penting dalam membangun citra positif Persib sebagai klub profesional dengan basis suporter yang luar biasa.

Karena itu, sangat disayangkan ketika perubahan positif yang dibangun bersama selama bertahun-tahun justru harus dirugikan akibat tindakan segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab.

Yang paling berat, konsekuensi besar ini pada akhirnya tidak ditanggung oleh pelaku secara pribadi, tetapi harus dipikul oleh klub serta jutaan bobotoh lain yang selama ini menjaga Persib dengan penuh tanggung jawab dan kebanggaan.

Baca juga: Daya Magic Igor Tolic Kembali Dibuktikan di SGBL Laga Pamungkas Persib vs Persijap

Situasi ini juga menjadi kerugian bagi sepak bola Indonesia, Jawa Barat, dan Kota Bandung. Persib saat ini merupakan satu-satunya klub perwakilan Indonesia yang berkompetisi di AFC Champions League Two 2025/2026. 

Karena itu, setiap perjalanan dan pencapaian Persib di level Asia seharusnya menjadi kebanggaan bersama yang dijaga secara kolektif, bukan justru dirugikan oleh tindakan yang menghambat langkah dan cita-cita besar yang sedang diperjuangkan bersama.

Persib ingin menegaskan bahwa kompetisi internasional memiliki standar regulasi, keamanan, dan disiplin yang sangat ketat. Setiap tindakan yang terjadi di dalam maupun di luar pertandingan dapat membawa konsekuensi serius terhadap klub. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved