Rabu, 3 Juni 2026

Tinju Dunia

Tinju Dunia, Floyd Mayweather Diduga Mengajukan Gugatan Bernilai Jutaan Dolar

Mantan juara lima divisi itu berupaya untuk mendapatkan kembali setidaknya $340 juta dari dana yang diduga disalahgunakan, serta ganti rugi hukuman

Tayang:
Editor: Edi Hayong
Kolase-Showtime
FLOYD- Floyd Mayweather menatap kerumunan penonton saat konferensi pers di London dalam tur persnya di beberapa kota untuk mempromosikan pertarungan supernya melawan Conor McGregor pada Agustus 2017. 

Ringkasan Berita:
  • Petinju kelas dunia, Floyd Mayweather selama bertahun-tahun menjalin kemitraan dengan Showtime
  • Namun menurut laporan dari situs berita TMZ, Mayweather diduga telah mengajukan gugatan terhadap perusahaan raksasa itu
  • Mantan juara lima divisi itu berupaya untuk mendapatkan kembali setidaknya $340 juta dari dana yang diduga disalahgunakan

POS-KUPANG.COM- Petinju kelas dunia, Floyd Mayweather selama bertahun-tahun menjalin kemitraan dengan Showtime dalam pertarungan terbesar dalam sejarah tinju dunia.

Namun, menurut laporan dari situs berita TMZ, Mayweather diduga telah mengajukan gugatan terhadap perusahaan raksasa televisi kabel tersebut serta presiden Showtime Sports yang sudah lama menjabat, Stephen Espinoza. 

Seperti dilansir Boxingscene bahwa dalam gugatan yang diajukan di negara bagian California, Mayweather menuduh adanya keterlibatan dalam pelanggaran kewajiban fidusia, konspirasi sipil untuk melakukan penipuan, penggelapan, dan pengayaan yang tidak adil.

Mantan juara lima divisi itu berupaya untuk mendapatkan kembali setidaknya $340 juta dari dana yang diduga disalahgunakan, serta ganti rugi hukuman.

"Floyd adalah salah satu petinju dengan daya tarik pay-per-view terbesar. Dia menghasilkan ratusan juta dolar pendapatan untuk Showtime," kata Bobby Samini, pengacara Mayweather, kepada TMZ Sports. 

"Tuan Mayweather kini membawa pertarungan ini ke pengadilan untuk mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi haknya".

"Pensiun tanpa terkalahkan dengan rekor 50-0, Tuan Mayweather akan berjuang sampai akhir di pengadilan seperti yang telah dilakukannya di atas ring."

Baca juga: Jadwal Tinju Dunia, Pertarungan Vergil Ortiz Melawan Jaron Ennis Bakal Tidak Terlaksana

Pengajuan gugatan ini bermula dari klaim bahwa uang yang seharusnya didistribusikan kepada Mayweather malah dikirim langsung kepada penasihat lamanya, Al Haymon, oleh Showtime dan Espinoza. 

Mantan petinju itu menyebutkan pertandingan-pertandingan besar dan memecahkan rekornya melawan Manny Pacquiao (Mei 2015) dan Conor McGregor (Agustus 2017) sebagai contoh pertandingan di mana jumlah pendapatan yang ia bantu hasilkan jauh lebih kecil dibandingkan dengan kompensasi akhirnya.

Meskipun ada dugaan keterlibatan Haymon dalam penipuan tersebut, Mayweather tidak menyebutkan nama tokoh berpengaruh itu dalam gugatannya.

Mayweather pertama kali menjalin kerja sama dengan Showtime pada tahun 2013 setelah lama bertarung di HBO dan divisi pay-per-view-nya.

Dua pertarungan dalam kesepakatan enam pertarungannya dengan Showtime, Mayweather mencetak tolok ukur finansial dalam kemenangannya pada September 2013 atas Saul "Canelo" Alvarez yang saat itu masih tak terkalahkan. 

Pertarungan tersebut menjadi laga utama PPV Showtime dari MGM Grand Garden di Las Vegas dan mencetak rekor pendapatan tiket langsung terbesar untuk pertarungan apa pun yang berlangsung di Nevada. 

Pertarungan itu juga menghasilkan pendapatan lebih banyak daripada pertarungan PPV lainnya dalam sejarah, serta menghasilkan penjualan unit terbanyak kedua – hanya dilampaui oleh kemenangannya pada Mei 2007 atas Oscar De La Hoya.

Baca juga: Jadwal Tinju Dunia, Nikita Tszyu dan Michael Zerafa Bakal Bertarung di Awal 2026

Mayweather melampaui dirinya sendiri secara finansial dengan kemenangannya pada Mei 2015 atas Pacquiao. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved