El Tari Memorial Cup 2025
Jangan Sampai Tiga Kali
Yosef Bebo sungguh memperlihatkan peran sentralnya sebagai dirigen Perse, dan serentak menenggelamkan nama besar Johni Dopo
Penulis: Dion DB Putra | Editor: Edi Hayong
Pada babak kedua permainan semakin tidak menarik. Menit ke-59 situasi menjadi tak terkendali. Bupati turun tangan tapi sia-sia.
Pemain PSN Ngada akhirnya tinggalkan lapangan permainan Stadion Marilonga. Laga berhenti belum pada waktunya. Bak bayi lahir prematur.
Sesuai regulasi PSSI, inspektur pertandingan umumkan tuan rumah sebagai pemenang. Perse juara 2017 berbalut cerita begitulah.
Bagaimana nasib PSN pada final ketiga di Stadion Marilonga?
Sepertinya dalam perjalanan pagi hingga siang ini dari Bajawa ke Ende, fans Laskar Jara Masi mendengar syair lagu Tagor Pangaribuan yang tersohor itu: Jangan Sampai Tiga Kali.
Satu kali kau sakiti hati ini
Masih kumaafkan
Dua kali kau sakiti hati ini
Juga kumaafkan
Tapi jangan kau coba tiga kali
Jangan, oh jangan
Cukuplah sudah, cukuplah sudah
Jangan kau ulang lagi...
Ya, Stadion Marilonga jangan sampai tiga kali kau menyakiti hati PSN Ngada.
Dari sisi apapapun, PSN paling siap menjadi kampiun. Tim solid, pemain beskill mumpumi, atmoster ruang ganti yang hangat, pelatih cerdas dan suporter super setia.
Maka di hadapan PSN Ngada, Jumat malam 2025, Persena Nagekeo hanyalah anak bawang. Bukan siapa-siapa.
Nagekeo underdog. Final adalah kemewahan bagi tim yang tidak diunggulkan di ajang ETMC 2025 tersebut.
Final bagi Persena sungguh di luar prediksi para analis sepak bola Flobamora. Apalagi target terjauh mereka hanya lolos babak 16 besar.
Lalu mengapa mereka bisa mencapai puncak? Persena bermain lugas dan riang selama ETMC di Marilonga 2025. Persena bertarung spartan. Tanpa beban.
Baca juga: Hasil ETMC XXXIV Ende, Persena Nagekeo Hentikan Langkah Tuan Rumah Perse Ende
Justru di situlah kekuatan anak-anak Ebulobo yang tidak terdeteksi lawan-lawannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Dion-DB-Putra-2025.jpg)