Nusantara Open 2025

Bintang Timur Atambua U16 Lolos ke 8 Besar Nusantara Open Piala Prabowo 2025

Di babak delapan besar, Bintang Timur Atambua akan melawan wakil Thailand, Chanbury FC U16. Manager BeTA, Fhyto Francis tetap optimis.

Editor: Sipri Seko
POS-KUPANG.COM/HO
NUSANTARA OPEN - Tim Bintang Timur Atambua pose bersama di Nusantara Open Piala Prabowo 2025 saat melawan PSA Ambon. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Akademi Bintang Timur Atambua (BeTA) U16 berhasil menahan imbang Perseden Denpasar dalam laga terakhir penyisihan Grup D Nusantara Open Piala Prabowo 2025 di Lapangan Garudayaksa, Jumat (29/8/2025). Kemenangan ini membuat Bintang Timur Atambua lolos ke babak delapan besar dengan status runner-up Grup D.

Juara Grup D ditempati Persib Bandung yang dipertandingan lainnya mengalahkan PSA Ambon. Bintang Timur Atambua lolos dengan tujuh poin, hasil sekali menang dan dua kali seri. Tim asuhan Fhyto Francis dan Ovik Mau ini menang atas PSA Ambon dan seri saat melawan Perseden Denpasar dan Persib Bali.

Di babak delapan besar, Bintang Timur Atambua akan melawan wakil Thailand, Chanbury FC U16. Mengomentari hasil ini, Manager BeTA, Fhyto Francis mengaku tetap optimis.

"Ini suatu kebanggaan anak-anak dari Perbatasan Indonesia bisa bermain bagus. Sejauh ini kami belum pernah kalah. Ini merupakan sebuah hasil yang menggembirakan," kata Fhyto seusai pertandingan.

"Melawan Chanbury tentu kami harus bekerja ekstra keras. Chanbury tampil mengesankan di penyisihan grup dengan selalu menang besar. Tapi kami sangat termotivasi untuk melawan tim dari luar negeri. Kami tetap optimis," kata Fhyto.

Nusantara Open bukan hanya sekadar turnamen sepakbola muda biasa, tetapi juga perwujudan dari visi jangka panjang yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Prabowo menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sepakbola usia dini dengan mendirikan Garudayaksa Football Academy dan menyelenggarakan Nusantara Open sejak tahun 2022.

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir juga menyampaikan bahwa membangun sepakbola tidak bisa dilakukan sendirian oleh PSSI. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, swasta, PSSI, sekolah dan semua pihak terkait.

“Turnamen usia muda seperti ini sangatlah penting. Liga 3 atau Liga 4 rata-rata pemainnya berusia 19 sampai 21 tahun, bahkan ada yang lebih senior. Jadi, kompetisi berjenjang sejak dini itu sangat diperlukan,” ungkap Erick.

Erick mengapresiasi konsistensi Garudayaksa Football Academy. Menurutnya, banyak turnamen yang tidak berkelanjutan, namun Garudayaksa menunjukkan komitmen yang lebih besar. *

 

Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved