Kamis, 11 Juni 2026

TTU Terkini

Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Pengelola SPBU Pastikan Permintaan Berjalan Normal 

Pengiriman solar yang diterima SPBU digunakan untuk menjaga ketersediaan kuota. Pengiriman Pertamax akan diterima dalam waktu dekat.

Tayang:
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
Pengawas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) SPBU 54.856.02 Kefamenanu, Yermias Dangga 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Pengawas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) SPBU 54.856.02 Kefamenanu, Yermias Dangga angkat bicara ihwal kuota permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU tersebut pasca pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Menurutnya, kuota permintaan di SPBU tersebut normal setiap hari. Permintaan kuota BBM di SPBU ini yakni 16 ton pertalite dan solar sebanyak 8 ton setiap hari.

Permintaan BBM tersebut diajukan berdasarkan kebutuhan di SPBU itu. Sejauh ini, permintaan masih berjalan normal sebagaimana mestinya.

Harga BBM nonsubsidi di SPBU 54.856.02 sudah disesuaikan dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Baca juga: Polisi Usut Kasus Dugaan Pencurian Sapi di Desa Suanae TTU

Pihaknya telah mengajukan permintaan sebanyak 16 ton BBM jenis Pertalite dan 8 ton Bio Solar pada Hari Selasa, 9 Juni. Pihak depot Pertamina telah mengirim permintaan solar sebanyak ton pada Rabu, 10 Juni.

Namun, permintaan Pertalite belum terealisasi hingga detik ini. Pihaknya masih menanti proses pengiriman Pertalite dari Depot Pertamina.

"Sementara Pertamax masih tertunda," ujarnya Kamis, 11 Juni 2026.

Ia menjelaskan, pihaknya juga mengajukan permintaan sebanyak 16 ton Pertamax dan 8 ton Bio Solar pada Kamis, 11 Juni 2026. Namun hingga saat ini pihak SPBU masih menunggu konfirmasi realisasi dari Pertamina.

Yermias kembali menegaskan bahwa, kendati informasi ihwal kenaikan BBM non subsidi telah dirilis namun, tidak ada penyampaian soal pembatasan distribusi BBM. Setiap permintaan diajukan melalui aplikasi yang disiapkan.

Semua permintaan BBM diajukan melalui aplikasi yang terhubung ke Pertamina. Sementara itu, proses distribusi dilaksanakan melalui Depot Pertamina di Atapupu.

Ia menegaskan, pelayanan kepada konsumen berjalan normal di SPBU tersebut meskipun ada penyesuaian harga BBM non subsidi. 

Pengiriman solar yang diterima SPBU digunakan untuk menjaga ketersediaan kuota. Pengiriman Pertamax akan diterima dalam waktu dekat.

"Kami tetap mengatur penyaluran agar stok yang tersisa bisa digunakan sambil menunggu pengiriman berikutnya. Tujuannya supaya pelayanan kepada masyarakat tetap normal," kata Yermias.

Mengingat lokasi SPBU ini cukup strategis, kata Yermias, permintaan BBM cukup tinggi. Oleh karena itu, mereka selalu berupaya menjaga agar kuota BBM selalu tersedia. (bbr)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved