Senin, 8 Juni 2026

TTS Terkini

Rutan SoE Perkuat Implementasi Catur Dharma Narapidana Melalui Apel Warga Binaan 

Catur Dharma Narapidana sebagai landasan pembinaan kepribadian, khususnya dalam menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara.

Tayang:
Editor: Sipri Seko
POS-KUPANG.COM/POS-KUPANG.COM/MARIA VIANEY GUNU GOKOK
APEL - Pelaksanaan Apel Warga Binaan di Rutan Kelas IIB SoE, Senin(8/6/2026)  

Ringkasan Berita:- Catur Dharma Narapidana sebagai landasan pembinaan kepribadian, khususnya dalam menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara.
- Melalui pelaksanaan apel rutin ini, Rutan SoE terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga pada pembentukan karakter

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok

POS-KUPANG.COM, SOE – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB SoE melaksanakan apel Warga Binaan yang dipimpin langsung oleh Kepala Rutan SoE, Muhamad Nurzaman, di Lapangan Olahraga Rutan SoE, Senin (8/6/2026). 

Kegiatan yang diikuti seluruh Warga Binaan dan petugas, dan menjadi sarana penguatan nilai-nilai Catur Dharma Narapidana sebagai landasan pembinaan kepribadian, khususnya dalam menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara.

Apel diawali dengan pembacaan Catur Dharma Narapidana yang diikuti seluruh Warga Binaan, dilanjutkan dengan pembacaan larangan bagi Narapidana dan Tahanan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali komitmen Warga Binaan dalam menjalani proses pembinaan serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Dalam amanatnya, Muhamad Nurzaman menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Catur Dharma Narapidana bukan sekadar rangkaian kalimat yang dihafalkan, melainkan janji dan pedoman hidup yang harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

“Catur Dharma Narapidana adalah dharma kalian, adalah janji kalian. Di dalamnya terdapat komitmen untuk menjadi manusia susila yang berlandaskan Pancasila, menjadi manusia pembangunan yang aktif dan produktif, serta menjadi warga negara yang taat kepada hukum dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Nurzaman.

Dia juga mengingatkan agar pembacaan larangan Narapidana dan Tahanan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata.

“Kalian sudah membacakan dan melafalkan larangan Narapidana dan Tahanan. Saya harap itu bukan seremonial, tetapi benar-benar dipahami dan dilaksanakan selama menjalani masa pidana di Rutan SoE. Kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian dari proses pembentukan karakter dan tanggung jawab sebagai warga negara,” lanjutnya.

Muhamad Nurzaman menambahkan bahwa apel Warga Binaan akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin sebagai bagian dari pembinaan kepribadian, khususnya pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara, serta untuk menumbuhkan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, serta semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Catur Dharma Narapidana harus menjadi pedoman dalam menjalani proses pembinaan dan bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Salah satu perwakilan Warga Binaan berinisial AA menyampaikan bahwa pembacaan Catur Dharma Narapidana secara rutin menjadi pengingat bagi dirinya dan rekan-rekan Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri.

“Setiap kali membaca Catur Dharma Narapidana, kami diingatkan kembali tentang janji untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menghormati aturan, dan mempersiapkan diri menjadi warga negara yang berguna setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan apel rutin ini, Rutan SoE terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai Pancasila, serta peningkatan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi seluruh Warga Binaan. (any) 

 

 

 

 

Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved