Senin, 8 Juni 2026

Manggarai Barat Terkini

Wisatawan Soroti Banyaknya Sampah di Pantai Pede Labuan Bajo

Saat itu dirinya sedang merekam video sambil berjalan di pantai, menggunakan camera handpgone yang terpasang di tripot. 

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/PETRUS CHRISANTUS GONSALES
Putu Diah Sastri Pitanatri, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Politeknik Pariwisata Bali sedang diwawancara. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Pantai Pede yang terletak di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat menjadi tempat favorit rekreasi sekaligus tempat untuk membuat konten estetik bagi pegiat media sosial. 

Keunikan dari pantai ini takni pengunjung menikmati hamparan pasiran putih yang membentang, dimanjakan pula dengan deretan kapal Phinisi dan spead yang berlabuh di tengah lautan. Air laut yang jernih, pepohonan teduh, menjadi pantai ini nyaman untuk dikunjungi. 

Berdasarkan pantauan, Sabtu (6/6/2026), Putu Diah Sastri Pitanatri, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Politeknik Pariwisata Bali sedang mengambil konten saat fajar mulai merekah dari ufuk timur, pada pukul 08.45 Wita. 

Saat itu dirinya sedang merekam video sambil berjalan di pantai, menggunakan camera handpgone yang terpasang di tripot. 

Ia menuturkan tertarik dengan suasan pagi di Pantai Pede, sebab cuacanya sangat cerah dan sangat indah. Sehingga ia memutuskan untuk membuat konten pemandangan yang estetik.

"Pemandangan dicampur dengan estetik itu pasti jadi satu karena kan kebetulan pagi tadi sunrisenya bagus. Kemudian saya suka konten itu yang tidak terlalu harsh light-nya Jadi kalau pagi-pagi itu timenya bagus sekali," terang perempuan yang akrab diaapa Diah dengan senyuman.

Baca juga: Aksi Bersih Pantai Pede, Kopearad Bersama Warga di Labuan Bajo Ajak Jaga Kelestarian Lingkungan

Secara keseluruhan, Diah menilai Pantai Pede punya potensi yang sangat luar biasa, tapi ada beberapa hal yang perlu mungkin diperhatikan. Pertama, adalah masalah sampah. Sesuai pengamatannya, cukup banyak sampah plastik yang masih berserakan. 

"Mungkin ada larangan bagi pengunjung untuk tidak membawa plastik sekali pakai," ujarnya. 

Kedua, ia mengusulkan kalau dimungkinkan ada aksi bersih-bersih pantai. Karena bagi Diah, Pantai Pede tidak hanya milik wisatawan, tapi juga milik masyarakat secara umum. 

"Jadi mungkin ada waktu tertentu yang dilakukan bersih-bersih pantainya," kata Diah. 

Ketiga, ia menuturkan baiknya juga untuk menaruh beberapa spot tong sampah, agar para pengunjung menempatkan sampah pada tempatnya. Dirinya mecontohkan apabila pengunjung membawa kemasan minuman, pengunjung tidak kebingunan untuk membuang sampah tersebut. 

"Jadi ada baiknya juga perhatian dari pemerintah untuk kemudian menyediakan beberapa tong sampah di sekitaran Pantai Pede ini," pungkasnya. (moa)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved